|
|
|
|
|
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) berkomitmen menjaga integritas, akurasi, dan keandalan rekam publikasi ilmiah. JPTI menyadari bahwa kesalahan dapat ditemukan setelah artikel diterbitkan dan bahwa dalam kondisi tertentu, integritas atau keandalan suatu artikel dapat dipertanyakan. Oleh karena itu, JPTI menerapkan kebijakan koreksi dan penarikan kembali artikel secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab sesuai dengan prinsip etika publikasi ilmiah.
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh artikel yang telah diterbitkan oleh JPTI, baik artikel penelitian maupun artikel tinjauan.
Koreksi dilakukan apabila ditemukan kesalahan pada artikel yang telah diterbitkan dan kesalahan tersebut dapat diperbaiki tanpa mengharuskan penarikan keseluruhan artikel. Koreksi dapat diterbitkan untuk memperbaiki kesalahan yang tidak disengaja, ketidakakuratan informasi, kesalahan penulisan nama atau afiliasi penulis, kesalahan pada tabel atau gambar, maupun kekeliruan lain yang memengaruhi kejelasan dan ketepatan artikel.
Permintaan koreksi dapat diajukan oleh penulis, editor, pembaca, atau pihak lain yang memiliki informasi relevan. Setiap permintaan akan diperiksa oleh editor untuk menentukan sifat kesalahan, dampaknya terhadap isi artikel, dan tindakan yang sesuai.
Apabila koreksi disetujui, JPTI dapat menerbitkan pemberitahuan koreksi (Correction atau Erratum) yang menjelaskan bagian yang diperbaiki dan alasan perbaikannya. Pemberitahuan tersebut akan ditautkan ke artikel asli agar pembaca dapat mengetahui perubahan yang dilakukan.
Koreksi tidak digunakan untuk menyembunyikan pelanggaran etika, memanipulasi rekam publikasi, atau mengubah kesimpulan penelitian secara tidak transparan.
Penarikan kembali merupakan tindakan editorial untuk menandai bahwa suatu artikel yang telah diterbitkan tidak lagi dapat diandalkan secara keseluruhan atau memiliki permasalahan serius yang mengharuskan penarikan sesuai dengan prinsip etika publikasi.
Penarikan kembali dapat dipertimbangkan apabila ditemukan kondisi seperti:
Bukti yang kuat mengenai fabrikasi atau falsifikasi data.
Plagiarisme atau penggunaan karya pihak lain secara tidak sah yang bersifat serius.
Kesalahan metodologis atau analitis yang substansial sehingga hasil atau kesimpulan utama artikel tidak dapat diandalkan.
Publikasi duplikat atau publikasi berulang yang melanggar prinsip etika publikasi.
Pelanggaran serius terhadap etika penelitian atau persetujuan etik yang relevan.
Manipulasi proses penelaahan atau pelanggaran integritas publikasi lainnya yang secara material memengaruhi keabsahan penerbitan artikel.
Penarikan kembali tidak dilakukan semata-mata karena adanya perbedaan pendapat ilmiah, kritik terhadap hasil penelitian, atau kesalahan kecil yang dapat diperbaiki melalui koreksi.
JPTI menangani permintaan koreksi atau dugaan yang dapat berujung pada penarikan artikel melalui tahapan berikut:
Penerimaan laporan. Editor menerima informasi atau bukti mengenai kesalahan, ketidakakuratan, atau dugaan pelanggaran pada artikel yang telah diterbitkan.
Pemeriksaan awal. Editor menilai relevansi laporan, kecukupan bukti, serta kemungkinan dampak permasalahan terhadap integritas artikel.
Klarifikasi dan verifikasi. Apabila diperlukan, editor meminta penjelasan dari penulis dan dapat berkonsultasi dengan penelaah independen, ahli, atau institusi terkait.
Pengambilan keputusan. Berdasarkan bukti yang tersedia, editor menentukan tindakan yang tepat, yaitu tidak melakukan perubahan, menerbitkan koreksi, menerbitkan pernyataan keprihatinan, atau menarik kembali artikel.
Pemberitahuan dan dokumentasi. Keputusan didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada pihak terkait sesuai kebutuhan.
Pembaruan rekam publikasi. Apabila tindakan editorial diterbitkan, pemberitahuan akan ditautkan ke artikel terkait untuk menjaga transparansi dan keterlacakan rekam publikasi.
Pihak yang terlibat diberikan kesempatan yang wajar untuk menyampaikan klarifikasi. Keputusan editorial didasarkan pada bukti dan pertimbangan integritas ilmiah, bukan semata-mata pada persetujuan atau penolakan penulis terhadap tindakan yang diusulkan.
JPTI dapat menerbitkan pernyataan keprihatinan apabila terdapat indikasi masalah serius terhadap keandalan atau integritas suatu artikel, tetapi bukti yang tersedia belum memadai untuk menetapkan keputusan akhir.
Pernyataan ini dapat diterbitkan selama pemeriksaan lebih lanjut berlangsung, termasuk ketika proses investigasi oleh institusi terkait belum selesai. Jika bukti tambahan telah diperoleh, JPTI akan mengevaluasi kembali status artikel dan menentukan tindakan lanjutan yang sesuai.
Apabila koreksi atau penarikan kembali dilakukan, JPTI akan berupaya mempertahankan keterlacakan rekam publikasi. Pemberitahuan koreksi atau penarikan kembali harus mengidentifikasi artikel terkait, menjelaskan alasan tindakan secara memadai, dan ditautkan dengan artikel asli.
Artikel yang ditarik kembali tidak akan dihapus dari rekam publikasi kecuali terdapat alasan hukum atau keadaan khusus yang mengharuskan penanganan berbeda. Jika artikel tetap tersedia, status penarikannya harus dinyatakan dengan jelas untuk mencegah pembaca menganggap artikel tersebut masih dapat diandalkan tanpa catatan.
Penulis bertanggung jawab untuk segera memberi tahu editor apabila menemukan kesalahan substansial dalam artikel yang telah diterbitkan. Penulis diharapkan bekerja sama dalam proses verifikasi, memberikan informasi atau data pendukung yang relevan, dan membantu menentukan tindakan korektif yang tepat.
Apabila penulis tidak menyetujui tindakan koreksi atau penarikan kembali, editor akan mempertimbangkan bukti yang tersedia dan mengambil keputusan berdasarkan kebijakan jurnal serta prinsip etika publikasi yang berlaku.
JPTI berkomitmen menangani koreksi dan penarikan kembali secara adil, proporsional, transparan, dan konsisten. Tujuan kebijakan ini adalah menjaga kepercayaan pembaca, melindungi integritas literatur ilmiah, serta memastikan bahwa rekam publikasi mencerminkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh keputusan koreksi dan penarikan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan bukti, dampak terhadap keandalan artikel, dan prinsip etika publikasi ilmiah yang relevan.
|
|
|
|
|
Copyright © JPTI 2025
P-ISSN : 2775-4227 dan e-ISSN : 2775-4219
JPTI Terindeks Oleh :


This work is licensed under a