Evaluasi Dampak Materi Inklusif PMM terhadap Kompetensi Praktik Pembelajaran Guru PAUD
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jpti.1255Keywords:
Anak Berkebutuhan Khusus, Guru PAUD, PAUD, Pendidikan Inklusif, Platform Merdeka MengajarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas topik Pendidikan Inklusif di PAUD dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD dalam menyesuaikan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan model eksplanatoris sekuensial, yaitu pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner yang dilanjutkan dengan penggalian data kualitatif melalui wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari 41 guru PAUD yang telah menyelesaikan topik tersebut di PMM, serta lima guru PAUD yang memiliki peserta didik ABK di kelasnya sebagai partisipan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep inklusi setelah mengikuti pembelajaran di PMM, dengan 85,37% responden menyatakan memahami prinsip dasar pendidikan inklusif dan 92,68% menyatakan telah mempertimbangkan kebutuhan individual anak dalam perencanaan pembelajaran. Sebagian besar responden juga menunjukkan sikap inklusif terhadap keberagaman peserta didik. Namun, implementasi strategi pembelajaran adaptif di kelas masih menghadapi tantangan, tercermin dari rendahnya persentase guru yang mampu menyusun RPP inklusif secara mandiri (24,39%) dan guru yang merasa percaya diri menerapkan strategi pembelajaran inklusif di kelas (34,15%). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa kendala utama meliputi kesulitan penyusunan RPP adaptif, keterbatasan pendampingan individual bagi ABK, serta minimnya tenaga bantu dan contoh praktik nyata. Guru juga menyampaikan perlunya pelatihan lanjutan yang bersifat aplikatif. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa PMM memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan guru PAUD mengenai pendidikan inklusif, namun efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi praktik pembelajaran akan lebih optimal apabila disertai dengan dukungan praktik lapangan, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas pihak.
Downloads
References
UNESCO, A Guide for Ensuring Inclusion and Equity in Education, Paris: UNESCO, 2017.
UNESCO, Inclusive Education: From Commitment to Action, Paris: UNESCO, 2020.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif, Jakarta: Direktorat PAUD, 2021.
Direktorat Guru PAUD dan Dikmas, Laporan Survei Kesiapan Guru PAUD dalam Pendidikan Inklusif, Jakarta: Kemendikbudristek, 2022.
S. Rahmawati, “Kompetensi guru dalam proses pembelajaran inklusi pada guru PAUD,” Jurnal Pendidikan Inklusif, vol. 10, no. 1, pp. 12–20, 2022.
L. Florian and M. Beaton, “Inclusive pedagogy in early childhood education,” International Journal of Inclusive Education, vol. 26, no. 3, pp. 1–15, 2022.
M. Rahman and S. Abdullah, “Teacher readiness for inclusive early childhood education,” Journal of Early Childhood Research, vol. 19, no. 4, pp. 489–503, 2021.
N. Lestari and R. Aditya, “Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran guru,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 18, no. 3, pp. 210–218, 2023.
A. Yulianto and S. Lestari, “Kesenjangan pemahaman dan praktik pendidikan inklusif di sekolah dasar,” Jurnal Pendidikan Dasar Inklusif, vol. 5, no. 2, pp. 145–154, 2021.
D. Berliana and A. Nugraha, “Pelatihan guru inklusif dan tantangan implementasi di PAUD,” Jurnal Intervensi Psikologi, vol. 16, no. 2, pp. 150–161, 2024.
J. W. Creswell and V. L. Plano Clark, Designing and Conducting Mixed Methods Research, 3rd ed., Thousand Oaks, CA: Sage, 2018.
D. Handayani, “Pendekatan mixed methods dalam penelitian pendidikan,” Jurnal Metodologi Pendidikan, vol. 4, no. 2, pp. 85–97, 2022.
S. L. Odom et al., “The role of inclusive practices in early childhood education,” Early Childhood Research Quarterly, vol. 26, no. 3, pp. 344–356, 2011.
L. Florian and K. Black-Hawkins, “Exploring inclusive pedagogy,” Cambridge Journal of Education, vol. 41, no. 4, pp. 813–828, 2011.
American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5-TR), Washington, DC: APA, 2022.
L. Darling-Hammond et al., “Effective teacher professional development,” Learning Policy Institute, pp. 1–35, 2017.
M. J. Koehler and P. Mishra, “What is technological pedagogical content knowledge (TPACK)?,” Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, vol. 9, no. 1, pp. 60–70, 2009.
R. Nuraini, “Evaluasi Platform Merdeka Mengajar menggunakan model CIPP,” Jurnal Evaluasi Pendidikan, vol. 7, no. 1, pp. 45–58, 2023.
D. Pratiwi and B. Setiawan, “Pelatihan guru berbasis digital dan dampaknya terhadap profesionalisme,” Jurnal Teknologi Pendidikan, vol. 9, no. 2, pp. 101–112, 2024.
D. L. Stufflebeam, “The CIPP model for evaluation,” Evaluation Models, pp. 31–62, 2003.
J. W. Creswell, Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research, 5th ed., Boston: Pearson, 2015.
J. C. Nunnally and I. H. Bernstein, Psychometric Theory, 3rd ed., New York: McGraw-Hill, 1994.
S. Merriam and E. Tisdell, Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation, San Francisco: Jossey-Bass, 2016.
V. Braun and V. Clarke, “Using thematic analysis in psychology,” Qualitative Research in Psychology, vol. 3, no. 2, pp. 77–101, 2006.
N. K. Denzin and Y. S. Lincoln, The Sage Handbook of Qualitative Research, 5th ed., Thousand Oaks, CA: Sage, 2018.
AERA, Ethical Standards for Educational Research, Washington, DC: American Educational Research Association, 2019.
D. Berliana and A. Nugraha, “Pemahaman guru PAUD terhadap pendidikan inklusif,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 8, no. 2, pp. 120–130, 2022.
D. L. Stufflebeam and C. L. S. Coryn, Evaluation Theory, Models, and Applications, 2nd ed., San Francisco, CA: Jossey-Bass, 2014.
UNESCO, Global Education Monitoring Report: Inclusion and Education, Paris: UNESCO, 2020.
A. Nugraha, “Implementasi pembelajaran inklusif di PAUD,” Jurnal Pendidikan Inklusif Indonesia, vol. 6, no. 1, pp. 55–67, 2021.
N. Lestari, “Kesiapan guru PAUD dalam pendidikan inklusif,” Jurnal Pendidikan Anak, vol. 12, no. 1, pp. 88–99, 2023.
S. Rahman et al., “Practice-based teacher training for inclusive early childhood education,” Early Years, vol. 43, no. 1, pp. 1–15, 2023.
A. Putri and F. Hanum, “Kolaborasi lintas sektor dalam pendidikan inklusif PAUD,” Jurnal Pendidikan AUD Inklusif, vol. 8, no. 2, pp. 101–112, 2023.
E. Hornby, “Parental involvement in inclusive education,” International Journal of Inclusive Education, vol. 25, no. 8, pp. 936–950, 2021.
OECD, Starting Strong VI: Supporting Meaningful Interactions in Early Childhood Education and Care, Paris: OECD Publishing, 2021.










