https://jpti.journals.id/index.php/jpti/issue/feedJurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia2026-10-05T00:00:00+07:00JPTIjptijournals@gmail.comOpen Journal Systems<h1><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia</strong></h1> <p><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)</strong> merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah* dari Dosen, Peneliti, Praktisi, dan Guru dari seluruh Indonesia dan Mancanegara.</p> <p><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)</strong> terbit setiap bulan (12 kali dalam setahun). JPTI terdaftar di BRIN dengan P-ISSN : <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1612334629&1&&2021">2775-4227</a> dan E-ISSN : <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1612334869&1&&2021">2775-4219</a></p> <p><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) </strong>memiliki fokus dan ruang lingkup yang terdiri dari</p> <ol> <li>Lingkup Teknologi : bidang keteknikan (Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Perkapalan, dll), Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Teknologi kesehatan.</li> <li>Lingkup pendidikan : Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Pendidikan Karakter, Pendidikan Non formal, Pendidikan Informal, Pendidikan Inklusi, dan Pendidikan Khusus lainnya (Kebencanaan, Komunitas, Anti Korupsi, Bela Negara, dll).</li> </ol> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JPTI</td> </tr> <tr> <td>Kependekan</td> <td>:</td> <td><em>Jur. Pend. & Tekn. Ind. (JPTI)</em></td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>Setiap Bulan</td> </tr> <tr> <td>Indexing</td> <td>:</td> <td>Portal Garuda, Google Scholar, Dimensions, Crossref, ISJD</td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>https://doi.org/10.52436/1.jpti.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1612334629"><strong>2775-4227</strong></a></td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1612334869"><strong>2775-4219</strong></a></td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 300.000,00</td> </tr> <tr> <td valign="top">Scope</td> <td valign="top">:</td> <td>Artikel Penelitian bidang Pendidikan dan Teknologi/Keteknikan</td> </tr> </tbody> </table> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/statistik.php?sinta=12376&gs=FhHJZ7cAAAAJ&sc=11" name="statistik" width="100%" height="250px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p> <h1><br /><br /></h1>https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1626Pengaruh Chatbot Scaffolding Sokratik Berbasis AI terhadap Penalaran Ilmiah Siswa Sekolah Dasar: Kuasi-Eksperimental Model Inkuiri 5E2026-04-25T08:02:08+07:00Nafi Isbadrianingtyasnafiisbadrianingtyas@unesa.ac.idAlfarid Hendro Yuwonoalfaridyuwono@unesa.ac.idUsman Nurhasanusmannurhasan@polinema.ac.idNorazah Mohd Nordindrnmn@ukm.edu.my<p>Penalaran ilmiah siswa sekolah dasar di Indonesia masih rendah; skor sains PISA 2022 hanya 383 (peringkat 67 dari 81 negara) dengan sekitar 34% siswa mencapai kompetensi minimum, sementara keterbatasan waktu guru menyulitkan pemberian scaffolding dialogis yang adaptif secara individual di kelas besar. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas chatbot Sokratik berbasis AI sebagai instrumen scaffolding dialogis dalam model inkuiri 5E untuk meningkatkan penalaran ilmiah siswa kelas 5 sekolah dasar. Menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest non-equivalent control group pada 60 siswa (30 eksperimen, 30 kontrol) dari dua kelas paralel, intervensi chatbot berbasis aturan (rule-based) diberikan selama enam minggu (12 sesi) pada fase Explore dan Explain; data dianalisis menggunakan ANCOVA dan pengkodean Toulmin's Argument Pattern (TAP). Hasil menunjukkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan penalaran ilmiah yang signifikan secara statistik (F(1,57) = 28,45; p < 0,001) dengan ukuran efek besar (?p² = 0,333); 74% episode dialog menghasilkan penjelasan berbasis bukti secara mandiri, dan miskonsepsi persisten berkurang 46%. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa chatbot Sokratik berbasis AI dapat berperan sebagai mediator epistemis yang memperkuat koordinasi teori-bukti sekaligus menawarkan model scaffolding individual yang skalabel bagi kelas besar dengan keterbatasan sumber daya guru.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1726Impementasi Listening Journal Untuk Meningkatkan Kemampuan Speaking Pada Siswa2026-06-01T21:44:58+07:00Isti'anah Isti'anahistianahisthink@gmail.comRochyani Lestiyanawatiyannie@unsiq.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan listening journal sebagai sebuah alat praktis dalam pengajaran bahasa untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Terdapat banyak siswa mengalami kesulitan dalam pelafalan, kefasihan, dan memahami akibat tidak cukupnya paparan praktik listening yang terstruktur. Pada penelitian ini, penerapan listening journal secara khusus diuji pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebuah konteks yang relatif belum banyak dieksplorasi dalam literatur terkait. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dalam dua siklus dengan pendekatan campuran (mixed-methods), yang menggabungkan pengukuran kuantitatif berupa pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan speaking, dengan eksplorasi kualitatif terhadap pengalaman, persepsi dan pandangan siswa yang terlibat dalam latihan listening terstruktur sambil mempertahankan jurnal reflektif untuk melacak progres dan kesulitan mereka. Pengumpulan data studi ini meliputi pre-test, post-test, interview, observasi dan analisis isi listening journal. Partisipan dipilih dengan purposive sampling technique untuk merekam berbagai sudut pandang dan pengalaman dalam pembelajaran bahasa. Hasil implementasi menunjukkan tercatatnya peningkatan dalam kinerja speaking dan motivasi belajar. Hal tersebut mendukung kesimpulan bahwa listening journal adalah sebuah media yang efektif untuk meningkatkan kelancaran dan kemandirian belajar.</p>2026-10-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1896Evaluasi Penerimaan Media Augmented Reality Menggunakan Delone And Mclean Dan PLS-SEM2026-06-01T21:35:49+07:00Aprisaldi Asmisaldiasmi@fti.usn.ac.idMardiawati Mardiawatimardiawati@gmail.comAlders Palilingpalilingalders@gmail.com<p>Pemanfaatan media pembelajaran berbasis <em>Augmented Reality</em> (AR) memberi peluang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih visual, interaktif, dan kontekstual. Namun, penerimaan media AR tidak dapat hanya dinilai dari daya tarik teknologi, tetapi perlu dievaluasi melalui kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas layanan, niat penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih yang dirasakan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan media AR menggunakan model DeLone and McLean dengan pendekatan <em>Partial Least Squares-Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM). Data diperoleh melalui kuesioner kepada 112 siswa yang telah menggunakan media AR dalam pembelajaran. Konstruk penelitian meliputi <em>information quality</em>, <em>system quality</em>, <em>service quality</em>, <em>intention to use</em>, <em>user satisfaction</em>, dan <em>net benefit</em>. Hasil model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki <em>outer loading</em> di atas 0,70, Cronbach’s Alpha di atas 0,70, Composite Reliability di atas 0,70, dan AVE di atas 0,50. Hasil model struktural menunjukkan bahwa <em>service quality</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>intention to use</em> dengan koefisien 0,940 dan p-value 0,000. Sementara itu, <em>system quality</em> berpengaruh negatif signifikan terhadap <em>user satisfaction</em>, dan <em>user satisfaction</em> berpengaruh negatif signifikan terhadap <em>net benefit</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan media AR terkonfirmasi sebagian, terutama pada peran kualitas layanan dalam mendorong niat penggunaan. Penelitian ini juga menemukan adanya indikasi kolinearitas dan tumpang tindih konstruk, sehingga interpretasi hasil dilakukan secara hati-hati.</p>2026-10-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2015Evaluasi Kinerja Metode K-Means dan Hierarchical Clustering dalam Pengelompokan Data Pendidikan2026-06-05T16:30:40+07:00Ninik Tri Hartantininik.t@amikom.ac.idDina Maulinadina.m@amikom.ac.idErni Seniwatierni.seniwati@unla.ac.id<p class="Abstrak"><span lang="IN">Seiring meningkatnya kebutuhan akan eksplorasi informasi tersembunyi dan pengenalan pola, penerapan <em>Educational Data Mining</em> dalam pengolahan data pendidikan menjadi semakin penting untuk mendukung kualitas pembelajaran. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan data pendidikan secara optimal untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat serta pengembangan sistem pembelajaran adaptif berbasis data<strong>. </strong>Penentuan metode <em>clustering</em> yang tepat menjadi salah satu kendala utama, sebab kualitas hasil pengelompokan data berperan penting dalam menentukan akurasi interpretasi data dan keputusan dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja teknik pengelompokan data pendidikan dengan memanfaatkan metode K-Means dan Hierarchical Clustering. Dataset yang digunakan berasal dari data pendidikan publik yang mencakup atribut performa akademik dan aktivitas belajar siswa. Uraian langkah dalam penelitian meliputi preprocessing data, normalisasi data, penerapan algoritma clustering, kemudian evaluasi hasil cluster menggunakan <em>Silhouette Score</em> dan <em>Davies-Bouldin Index. </em>Temuan ini mengimplikasikan bahwa metode K-Means lebih direkomendasikan untuk analisis data pendidikan, khususnya dalam mendukung pengelompokan siswa dan perumusan strategi pembelajaran yang lebih efektif tanpa perlu mengacu pada detail nilai statistik secara berulang<strong>.</strong></span></p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2058Supervisi Akademik dan Peningkatan Kinerja Guru: Studi Pra-Pasca di SMAN 4 Surabaya2026-06-13T19:46:35+07:00Sakien Zuhraddien240020036@student.unipasby.ac.idSofie Mellyani Fatimatuzzahro240020036@student.unipasby.ac.idIchwatul Mudzaida240020036@student.unipasby.ac.idAdhitya Devi Marendra240020036@student.unipasby.ac.idSabariah Sabariah240020036@student.unipasby.ac.idHartono Hartono240020036@student.unipasby.ac.id<p>Supervisi akademik berfungsi sebagai pembinaan profesional yang membantu guru memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan refleksi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas supervisi akademik, membandingkan kinerja guru sebelum dan sesudah supervisi, serta menguji hubungan kualitas dan frekuensi supervisi dengan kinerja guru di SMAN 4 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-pasca terhadap 45 guru anonim. Instrumen berupa skala Likert 1–5 yang mencakup 10 butir supervisi akademik, 10 butir kinerja sebelum supervisi, dan 10 butir kinerja sesudah supervisi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi item-total terkoreksi, reliabilitas Cronbach Alpha, uji t berpasangan, korelasi Pearson, dan regresi linear. Hasil menunjukkan rata-rata kualitas supervisi akademik sebesar 3,502. Rata-rata kinerja guru meningkat dari 3,062 menjadi 3,549, dengan gain 0,487 dan N-Gain 0,251. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara kinerja sebelum dan sesudah supervisi (t = 7,880; p < 0,001; dz = 1,175). Kualitas supervisi berkorelasi positif dengan kinerja sesudah supervisi (r = 0,532; p < 0,001) dan N-Gain kinerja (r = 0,358; p = 0,016). Temuan ini mengindikasikan bahwa supervisi akademik yang terencana, objektif, reflektif, berbasis data, dan berkelanjutan berperan dalam mendukung peningkatan kinerja guru.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2155Studi Meningkatkan Kompetensi Profesional Calon guru Melalui Praktik Pengalaman Lapangan di Sekolah2026-06-21T22:02:44+07:00Sri Liana Aliawaliaputri387@gmail.comArsyadana Aulia’u Rarsyadana.a.u@gmail.comPutri Awalia Zawaliaaputri387@gmail.comRizky Fitriannisaannisaayu252@gmail.comNita Chandra Lestarilestarinita017@gmail.comDenok Setiawatidenoksetiawati@unesa.ac.id<p>Kompetensi profesional bagi calon guru BK merupakan hal yang sangat penting bagi guru BK yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kompetensi profesional melalui pendidikan pengalaman lapangan (PPL) terbimbing. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dimana mahasiswa PPG Prajabatan melaksanakan PPL di SMK Negeri X. Data yang diperoleh melalui teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, dan Aplikasi) serta Problem Based Learning (PBL) dapat membuat pembelajaran aktif, menyenangkan, dan bermakna. Berbagai permainan edukatif diterapkan dalam layanan untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan keaktifan, partisipasi, berpikir kritis, serta kerjasama. Peserta didik antusias mengikuti pembelajaran dan berpusat pada siswa. Pendekatan ARKA membantu peserta didik menghubungkan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dengan konsep yang dipelajari, kemudian diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Sementara PBL mendorong peserta didik berpikir kritis dalam pemecahan masalah yang dihadapi. Pengalaman PPL Terbimbing juga membantu calon guru mengembangkan keterampilan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan bimbingan secara profesional. Dengan demikian, PPL Terbimbing berperan penting membentuk kompetensi profesional calon guru.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2232Kesulitan Siswa SMP dalam Memfokuskan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia2026-06-28T10:35:59+07:00Nunung Nur Cahyanunungnurcahya15@gmail.comAnggun Nursyifanufaanggunugj23@gmail.comSri Mustika Khoerunnisasrimustika366@gmail.comSuherli Kusmanasuherli333@gmail.com<p>Kemampuan siswa mempertahankan fokus belajar merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran, namun belum mendapat perhatian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMP. Banyak siswa mengalami kesulitan berkonsentrasi akibat faktor internal maupun eksternal, berdampak pada rendahnya partisipasi aktif dan hasil belajar. Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal penghambat fokus belajar siswa SMP, dampaknya terhadap partisipasi dan hasil belajar, serta upaya guru meresponsnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SMP Negeri 18 Kota Cirebon. Informan dipilih melalui <em>purposive sampling</em>, yaitu satu guru Bahasa Indonesia dan lima belas siswa kelas VIII, tiga di antaranya diwawancara secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan angket berskala Likert, dianalisis menggunakan model interaktif meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan <em>member checking</em>. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan fokus belajar dipengaruhi oleh faktor internal (kelelahan fisik, minat kondisional, kelemahan literasi dasar, rendahnya dukungan keluarga) dan faktor eksternal (metode pengajaran monoton, kondisi kelas tidak kondusif, gangguan teman sebaya, penggunaan <em>gadget</em> tidak terkontrol). Kesulitan tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi aktif dan hasil belajar, dikonfirmasi rata-rata skor angket 2,94 pada kategori Sedang. Guru merespons melalui strategi pembelajaran aktif, permainan berkelompok, dan <em>ice breaking</em>, serta merekomendasikan penguatan pendampingan orang tua dan penuntasan literasi dasar.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1693Analisis Komparatif KNN dan SVR dengan Optimasi Parameter untuk Prediksi Produktivitas Siswa Berbasis Distraksi Digital2026-05-30T20:47:54+07:00Dekka Andri Cahyadekkaac02@gmail.comFathoni Fathonifathoni@unsri.ac.id<p>Distraksi digital seperti penggunaan ponsel, media sosial, YouTube, dan gim daring terbukti berdampak negatif terhadap produktivitas siswa, namun studi komparatif berbasis machine learning yang secara spesifik membandingkan kemampuan prediksi KNN Regressor dan Support Vector Regression (SVR) menggunakan variabel distraksi digital sebagai prediktor tunggal belum pernah dilakukan, sehingga belum diketahui algoritma mana yang lebih optimal untuk kasus prediksi skor produktivitas yang bersifat kontinu. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa KNN Regressor dan SVR dengan optimasi parameter menggunakan Grid Search Cross-validation untuk memprediksi <em>productivity_score</em> siswa berdasarkan empat variabel distraksi digital, serta mengidentifikasi algoritma yang menghasilkan prediksi paling akurat berdasarkan metrik MAE, RMSE, dan R². Dataset bersumber dari Kaggle yang memuat 20.000 data siswa diproses menggunakan Python dengan library Scikit-learn, dinormalisasi melalui Min-Max Scaling, dibagi dengan proporsi 80:20, dan dioptimasi melalui 5-Fold Cross-validation. Hasil evaluasi menunjukkan SVR dengan kernel linear, C = 1, dan epsilon = 0,5 secara konsisten mengungguli KNN Regressor (k = 15, metric manhattan) pada seluruh metrik dengan MAE 12,4461, RMSE 15,1753, dan R² 0,1060, sedangkan KNN menghasilkan MAE 12,8300, RMSE 15,6960, dan R² 0,0436; keunggulan SVR pada R² mencapai 143% lebih tinggi dibanding KNN. Nilai R² yang rendah (0,1060) menunjukkan keterbatasan model, yang mengindikasikan bahwa variabel distraksi digital yang digunakan belum mampu menjelaskan variasi produktivitas siswa secara menyeluruh.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1763Relevansi Konsep Ta’dib Syekh Naquib Al-Attas dalam Pembentukan Karakter Siswa di Era Kurikulum Merdeka2026-06-01T15:45:38+07:00Siti Nur Khotimahsitinurkhotiimah@gmail.comMuqowim Muqowimmuqowim@uin-suka.ac.id<p>Artikel ini mengkaji relevansi konsep <em>ta’dib</em> yang digagas oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam pembentukan karakter siswa pada era Kurikulum Merdeka. <em>Ta’dib</em> merupakan konsep pendidikan Islam yang menekankan integrasi antara ilmu, adab, dan amal dalam membentuk manusia yang berakhlak, bertanggung jawab, dan sadar akan perannya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Di tengah tantangan globalisasi, sekularisasi, dan degradasi moral peserta didik, <em>ta’dib</em> menjadi pendekatan filosofis sekaligus praktis untuk menjawab krisis adab dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan dan analisis filosofis. Data dikumpulkan dari karya-karya Al-Attas dan literatur ilmiah terkait, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk melihat kesesuaian konsep <em>ta’dib</em> dengan karakter yang diusung dalam Profil Pelajar Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai <em>ta’dib</em>, seperti kesantunan, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual, sejalan dengan visi Kurikulum Merdeka dan dapat diimplementasikan melalui pembiasaan budaya sekolah (seperti program 5S), hubungan etis guru-siswa, serta kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Namun, implementasi <em>ta’dib</em> menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya pemahaman guru terhadap filsafat pendidikan Islam dan dominasi budaya digital yang cenderung sekuler. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang sistemik dan kolaboratif, termasuk pelatihan guru berbasis <em>ta’dib</em>, penguatan konten adab dalam pembelajaran, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan penerapan yang tepat, <em>ta’dib</em> dapat memperkuat pendidikan karakter yang holistik, kontekstual, dan berkeadaban di Indonesia. Berbeda dari kajian-kajian <em>ta’dib</em> sebelumnya yang umumnya berhenti pada elaborasi konseptual, kebaruan (<em>novelty</em>) artikel ini terletak pada pemetaan eksplisit antara nilai-nilai <em>ta’dib</em> dan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, sehingga menghasilkan kerangka implementasi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh guru dan pembuat kebijakan pendidikan karakter di madrasah maupun sekolah umum.</p>2026-10-20T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1902Evaluasi Pengorganisasian Sumber Belajar Manual dan Digital dalam Pembelajaran Kimia di SMA Negeri 4 Surabaya2026-06-01T21:20:16+07:00Dayu Arianiachillessportsid@gmail.comWahyu Nurmala Sari240020087@student.unipasby.ac.idSabariah Sabariah240020087@student.unipasby.ac.idRufi'i Rufi'i240020087@student.unipasby.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengorganisasian sumber belajar manual dan digital dalam pembelajaran kimia di SMA Negeri 4 Surabaya. Fokus penelitian meliputi ketersediaan, pengelolaan, pemanfaatan, kendala, serta kebutuhan pengembangan sumber belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif-kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kimia dan 40 siswa kelas XI; data kualitatif diperkuat melalui wawancara guru, wawancara siswa, dan observasi lima sesi pembelajaran. Data angket dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase, sedangkan data wawancara dan observasi dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek positif pengorganisasian sumber belajar berada pada kategori sangat baik, dengan rerata 82,26% setelah aspek kendala dipisahkan. Namun, jika aspek kendala diperlakukan sebagai indikator negatif dan dibalik dalam perhitungan skor keseluruhan, skor terkoreksi menjadi 78,08% dengan kategori baik. Aspek pemanfaatan sumber belajar digital memperoleh persentase tertinggi, yaitu 83,28%, sedangkan kendala penggunaan sumber belajar mencapai 74,06% dan termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa sumber belajar manual dan digital telah mendukung pembelajaran kimia, tetapi pengelolaan, aksesibilitas, keteraturan penyimpanan, kurasi sumber digital, dan integrasi manual-digital masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengembangan bank sumber belajar kimia yang terkurasi, mudah diakses, dan tersedia dalam format manual maupun digital.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2033Pengembangan E-Modul Berbasis FlipBook Interaktif Materi Pelaksanaan Wawasan Nusantara pada Mata Pelajaran PPKN Kelas VIII SMP2026-06-05T16:23:45+07:00Ni Putu Devita Ariapradni Putridevita.ariapradni@student.undiksha.ac.idI Ketut Andika Pradnyanaipradnyana@undiksha.ac.id<p>Pembelajaran PPKn pada materi Pelaksanaan Wawasan Nusantara di kelas VIII SMPN 2 Singaraja masih menggunakan media konvensional, sehingga terdapat siswa merasa kesulitan memahami pada materi yang bersifat abstrak dan motivasi belajar mereka rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan e-modul berbasis <em>flipbook</em> interaktif pada mata pelajaran PPKn, khususnya materi Pelaksanaan Wawasan Nusantara, yang mudah digunakan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Penelitian melibatkan 30 siswa kelas VIII dan 1 guru PPKn di SMPN 2 Singaraja. Data dikumpulkan melalui angket respons siswa dan guru dan menggunakan deskriptif kuantitatif saat melaksanakan analisis . Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa e-modul mendapat persentase 85,3% dari siswa dan 92,5% dari guru; keduanya masuk kategori "Sangat Praktis". Dengan adanya gambar, video, dan kuis dalam satu modul digital, e-modul ini membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih menarik serta mendukung kemandirian belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa inovasi e-modul berbasis flipbook berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran digital yang efektif untuk materi PPKn yang bersifat abstrak, sekaligus mendorong peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah menengah pertama.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2069Persepsi Mahasiswa Terhadap Implementasi Model PjBL Terintegrasi STEM melalui Game Interaktif Ular Tangga Berbasis Canva2026-06-13T19:32:18+07:00Ira Asyuraira.asyura@gmail.com<p>Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan perkuliahan untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan budaya lokal sekaligus memanfaatkan teknologi digital. Matematika sering dianggap abstrak dan sulit, sehingga diperlukan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan motivasi, kreativitas, dan pemahaman konsep mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Project-Based Learning (PjBL) dan STEM dalam pembelajaran matematika melalui media digital Canva dengan konteks permainan tradisional Ular Tangga. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif, melibatkan 13 mahasiswa Pendidikan Matematika sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa angket Likert untuk mengukur persepsi, pertanyaan terbuka untuk menggali refleksi, serta analisis produk mahasiswa sebagai artefak pembelajaran. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa dimensi proses kreatif dan desain (4,02), refleksi dan dampak pembelajaran (4,00), serta integrasi STEM (4,00) memperoleh skor tertinggi, menandakan adanya peningkatan motivasi, kreativitas, dan keterhubungan lintas disiplin. Sebaliknya, pemahaman konsep matematika memperoleh skor terendah (3,67), yang mengindikasikan perlunya penguatan aspek konseptual. Hasil kualitatif memperlihatkan rasa bangga mahasiswa terhadap budaya lokal dan kepercayaan diri dalam menggunakan Canva, meskipun keterlibatan dalam penyusunan soal masih terbatas. Analisis produk mahasiswa menunjukkan variasi tema kreatif, seperti Ular Tangga Edukasi Islam, Petualangan Luar Angkasa Matematika, dan Pendakian Gunung, yang masing-masing memiliki kekuatan dan tantangan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi PjBL-STEM berbasis melalui Canva efektif dalam meningkatkan motivasi, kreativitas, literasi teknologi, dan keterhubungan budaya, namun keberhasilan penuh memerlukan desain instruksional yang menyeimbangkan aspek budaya, kreativitas, teknologi, dan kedalaman konsep matematis.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2216Rekonstruksi Etnosains pada Pembuatan Getuk Gondok Magelang dan Relevansinya terhadap Pembelajaran IPA SMP2026-06-28T10:37:48+07:00Tria Musyafaahtriamusyafaah04@gmail.comRizka Nurul Hidayatinurulrizkahidayati@gmail.comAnggun Zuhaidaanggunzuh@uinsalatiga.ac.id<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep-konsep sains dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga proses belajar menjadi abstrak dan kurang bermakna. Salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk menangani permasalahan tersebut adalah etnosains, yaitu menggabungkan pengetahuan lokal masyarakat dalam proses pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali konsep-konsep ilmiah yang terdapat dalam proses pembuatan Getuk Gondok Magelang, merekonstruksi pengetahuan masyarakat ke dalam konsep sains ilmiah, serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran IPA di SMP sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui desain etnosains. Penelitian dilakukan di rumah produksi Getuk Gondok Hj. Sri Rahayu, Desa Karet, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Informasi didapatkan melalui pengamatan partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha sebagai informan utama, serta kajian dokumentasi dan literatur ilmiah. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, sedangkan analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, rekonstruksi pengetahuan lokal ke dalam konsep sains ilmiah, pemetaan capaian pembelajaran IPA SMP, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa setiap langkah dalam proses pembuatan Getuk Gondok, yang mencakup pemilihan singkong, pencucian, pengukusan, penumbukan, pewarnaan, penggilingan, dan penyimpanan, memuat konsep-konsep biologi, kimia, dan fisika yang berkaitan dengan materi IPA untuk siswa SMP kelas VII hingga IX. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Getuk Gondok memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran kontekstual yang mendukung penerapan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang berbasis kearifan lokal. Penelitian ini berkontribusi dalam memperdalam studi etnosains mengenai makanan tradisional Indonesia serta menawarkan alternatif sumber belajar IPA yang relevan dan bermanfaat.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1724Hubungan Motivasi Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas X SMK Negeri Muara Beliti Tahun Pelajaran 2025/20262026-05-15T22:45:40+07:00Nopy Marlinanopymarlina13@guru.smk.belajar.idViktor Pandranopymarlina13@guru.smk.belajar.idSupriyanto Supriyantonopymarlina13@guru.smk.belajar.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas X SMK Negeri Muara Beliti Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data motivasi belajar dikumpulkan melalui angket, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai Bahasa Inggris siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa berada pada kategori cukup baik. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,65, lebih besar daripada r tabel = 0,396 pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar Bahasa Inggris siswa. Semakin tinggi motivasi belajar siswa, semakin tinggi pula hasil belajar Bahasa Inggris yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu menerapkan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa guna mencapai hasil belajar yang lebih optimal.</p>2026-10-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1827Kualitas Butir Soal Informatika Materi Kecerdasan Artifisial Kelas XI: Analisis ANATES dan Peta Revisi Instrumen2026-06-01T18:57:03+07:00Amilia Khasanah Marzukiamiliamarzuki83@gmail.comRufi'i Rufi'irufii.adibuana@gmail.comSabariah Sabariahsabariah@unipasby.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas 25 butir soal pilihan ganda Informatika materi kecerdasan artifisial (AI) kelas XI serta menyusun peta revisi instrumen berbasis indikator psikometrik. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif evaluatif dengan sumber data berupa kisi-kisi soal, kunci jawaban, dan 35 lembar jawaban peserta didik SMA Al Muslim. Data dianalisis menggunakan ANATES versi 4.09 berdasarkan teori tes klasik yang mencakup validitas butir, reliabilitas tes, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hasil penelitian menunjukkan koefisien reliabilitas sebesar 0,73 sehingga instrumen tergolong memadai untuk evaluasi kelas. Dari sisi validitas, 13 butir (52%) berkategori cukup, 7 butir (28%) rendah, 4 butir (16%) sangat rendah, dan 1 butir (4%) berkorelasi negatif. Tingkat kesukaran terdiri atas 1 butir sangat mudah, 12 butir mudah, dan 12 butir sedang, sehingga belum tersedia butir sukar. Daya pembeda menunjukkan 15 butir (60%) berkategori baik sampai sangat baik, tetapi efektivitas pengecoh masih menjadi kelemahan karena hanya 4 butir (16%) yang seluruh distraktornya berfungsi baik. Sintesis indikator menunjukkan 5 butir dapat dipertahankan, 17 butir perlu direvisi, dan 3 butir harus ditulis ulang. Instrumen layak digunakan secara terbatas, tetapi perlu revisi terarah pada distraktor, redaksi stem, dan proporsi butir berpikir tingkat tinggi sebelum dijadikan bank soal final.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1936Sistem Penunjang Keputusan Memilih Pemasok Kopi Menggunakan Metode Teori Utilitas Multi-Atribut (MAUT) di Kedai Kopi Ireng Sari2026-06-01T16:24:47+07:00Parjito Parjitodjito@teknokrat.ac.idReflan Nuarireflan@teknokrat.ac.idImam Ahmadimamahmad@teknokrat.ac.idArya Pangestuaryapangestu@gmail.com<p>Ireng Sari Coffee Shop adalah kedai kopi yang menawarkan berbagai produk dan varian rasa kopi. Saat ini, Ireng Sari Coffee Shop memiliki 10 pemasok yang menyediakan bahan baku utama berupa biji kopi. Pemilihan pemasok kopi dilakukan dengan cara mengundang barista untuk berdiskusi, sehingga mereka dapat menentukan kopi mana yang sesuai untuk digunakan, tentunya dengan harga, kualitas, dan rasa yang konsisten. Parameter atau kriteria untuk menilai pemasok kopi di toko saat ini meliputi aroma, kualitas biji kopi, kadar air, harga beli, layanan, dan pengiriman. Dalam pemenuhan bahan baku yang didukung oleh pemasok, beberapa masalah sering terjadi dengan pemasok, yaitu keterlambatan pasokan bahan baku kopi dan jumlah kopi yang tidak sesuai dengan yang dipesan sehingga mengakibatkan keterlambatan kegiatan produksi. Berdasarkan uraian masalah, diperlukan sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode Teori Utilitas Multi-Atribut (MAUT) dengan kriteria berupa Aroma, Kualitas Biji Kopi, Kadar Air, Harga, Layanan, dan Pengiriman. Untuk membuat sistem tersebut, digunakan metode pengembangan sistem, yaitu Extreme Programming. Hasil perhitungan alternatif menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT), yang berjumlah sepuluh alternatif dengan 6 kriteria, menghasilkan nilai terbesar dan peringkat tertinggi untuk pemasok Coffee Workshop dengan nilai 0,693. Untuk menguji sistem menggunakan ISO 25010, sistem ini memperoleh nilai 90,8% dari 100% berdasarkan tanggapan 2 responden ahli (pemilik/manajer) selaku end-user, sehingga berdasarkan rentang skala Likert, sistem ini dinyatakan “mengindikasikan sangat layak untuk diterapkan pada lingkup internal kedai” untuk digunakan di lokasi penelitian.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2057Kontribusi Penggunaan Aplikasi Digital terhadap Kinerja Individu di Era Transformasi Digital2026-06-13T19:53:22+07:00Dwi Ryzka Yantidwiyanti791@guru.sma.belajar.idMusahri Musahridwiyanti791@guru.sma.belajar.idFaries Vebriansyah240020027@student.unipasby.ac.idSabariah Sabariahdwiyanti791@guru.sma.belajar.idHartono Hartonodwiyanti791@guru.sma.belajar.id<p>Transformasi digital mendorong penggunaan aplikasi komunikasi, kolaborasi, penyimpanan awan, manajemen tugas, dan produktivitas untuk mendukung pekerjaan dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan aplikasi digital dengan kinerja individu yang mencakup produktivitas, ketepatan waktu, kualitas hasil, koordinasi, adaptasi, pemecahan masalah, tanggung jawab, dan capaian target. Penelitian menggunakan survei kuantitatif terhadap 100 responden pengguna aplikasi digital. Instrumen berbasis skala Likert 1–5 terdiri atas 10 butir penggunaan aplikasi digital dan 10 butir kinerja individu. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji korelasi item-total terkoreksi, reliabilitas Cronbach Alpha, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata penggunaan aplikasi digital sebesar 3,525 dan kinerja individu sebesar 3,729. Instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan Alpha 0,901 untuk penggunaan aplikasi digital dan 0,894 untuk kinerja individu. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif signifikan antara penggunaan aplikasi digital dan kinerja individu (r = 0,573; p < 0,001). Regresi linear menghasilkan persamaan Y = 1,830 + 0,539X dengan R2 = 0,328. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi digital berkontribusi dalam menjelaskan variasi kinerja individu, terutama ketika aplikasi dipilih sesuai kebutuhan, digunakan secara konsisten, dan terintegrasi dengan alur kerja.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2078Penerapan Tahapan Polya Untuk Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Di Kelas V SD2026-06-13T19:07:46+07:00Satri Apriyantisatriapriyanti.2025@student.uny.ac.idWuri Wuryandaniwuri_wuryandani@uny.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam penerapan Tahapan Polya dalam upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V Ibnu Hisyam SDIT Esa Unggul Pekanbaru pada tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang berkesinambungan. Data yang diperoleh melalui lembar observasi dianalisis secara kualitatif, sedangkan data hasil tes belajar dianalisis secara kuantitatif melalui perhitungan dan pengkajian persentase kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, dapat disimpulkan penerapan tahapan Polya secara signifikan berperan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V Ibnu Hisyam SDIT Esa Unggul Pekanbaru pada tahun ajaran 2020/2021. Peningkatan tersebut terlihat dari persentase ketuntasan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang meningkat dari 22,22% pada pratindakan menjadi 36,50% pada siklus I dan 51,98% pada siklus II.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2218Perbandingan Kinerja Model Random Forest dan LSTM dalam Prediksi Curah Hujan Bulanan pada Wilayah Zona Musim di Jawa Tengah2026-06-28T10:37:30+07:00Cahya Sugiartocahyasugiarto11@gmail.comYosafat Donni Haryantoyosafat.haryanto@stmkg.ac.idAdnan Dendy Mardikaadnan.mardika@bmkg.go.idPurwanti Lelly Sabrinapurwantilelly.work@gmail.comMaman Sudarismanmaman.sudarisman@stmkg.ac.id<p>Curah hujan merupakan unsur meteorologi yang dipengaruhi oleh fenomena atmosfer global dan regional sehingga prediksi curah hujan bulanan yang akurat penting untuk mendukung sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja model Random Forest dan Long Short-Term Memory (LSTM) dalam memprediksi curah hujan bulanan pada 54 Zona Musim (ZOM) di Jawa Tengah. Data yang digunakan meliputi curah hujan bulanan serta indeks variabilitas iklim Niño 3.4, DMI, WNPMI, dan AUSMI periode 1991–2024. Model dikembangkan menggunakan data pelatihan 1991–2023 dan diuji pada data tahun 2024. Optimasi Random Forest dilakukan menggunakan <em>TimeSeriesSplit</em> lima <em>fold</em>, sedangkan LSTM menerapkan <em>look-back window</em> 12 bulan. Evaluasi model menggunakan koefisien korelasi, RMSE, standar deviasi, bias, dan Metrik <em>T</em>. Hasil menunjukkan bahwa model LSTM memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Random Forest pada sebagian besar ZOM. LSTM menghasilkan median koefisien korelasi sebesar 0,89 dan median RMSE sebesar 93,98 mm, lebih baik dibandingkan Random Forest dengan median koefisien korelasi 0,78 dan median RMSE 103,30 mm. Namun, Random Forest menunjukkan kemampuan yang sedikit lebih baik dalam merepresentasikan variabilitas curah hujan dan menghasilkan bias yang lebih rendah. Berdasarkan Metrik <em>T</em>, LSTM menjadi model terbaik pada 37 dari 54 ZOM (68,5%), sedangkan Random Forest unggul pada 17 ZOM (31,5%). Penelitian ini memberikan evaluasi komprehensif terhadap kedua algoritma pada skala ZOM menggunakan indeks variabilitas iklim sebagai prediktor serta menyediakan referensi dalam pemilihan model prediksi curah hujan untuk mendukung pengembangan sistem prakiraan operasional BMKG.</p>2026-10-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026