https://jpti.journals.id/index.php/jpti/issue/feedJurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia2026-09-21T00:00:00+07:00JPTIjptijournals@gmail.comOpen Journal Systems<h1><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia</strong></h1> <p><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)</strong> merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah* dari Dosen, Peneliti, Praktisi, dan Guru dari seluruh Indonesia dan Mancanegara.</p> <p><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)</strong> terbit setiap bulan (12 kali dalam setahun). JPTI terdaftar di BRIN dengan P-ISSN : <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1612334629&1&&2021">2775-4227</a> dan E-ISSN : <a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1612334869&1&&2021">2775-4219</a></p> <p><strong>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) </strong>memiliki fokus dan ruang lingkup yang terdiri dari</p> <ol> <li>Lingkup Teknologi : bidang keteknikan (Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Perkapalan, dll), Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Teknologi kesehatan.</li> <li>Lingkup pendidikan : Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Pendidikan Karakter, Pendidikan Non formal, Pendidikan Informal, Pendidikan Inklusi, dan Pendidikan Khusus lainnya (Kebencanaan, Komunitas, Anti Korupsi, Bela Negara, dll).</li> </ol> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JPTI</td> </tr> <tr> <td>Kependekan</td> <td>:</td> <td><em>Jur. Pend. & Tekn. Ind. (JPTI)</em></td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>Setiap Bulan</td> </tr> <tr> <td>Indexing</td> <td>:</td> <td>Portal Garuda, Google Scholar, Dimensions, Crossref, ISJD</td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>https://doi.org/10.52436/1.jpti.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1612334629"><strong>2775-4227</strong></a></td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1612334869"><strong>2775-4219</strong></a></td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 300.000,00</td> </tr> <tr> <td valign="top">Scope</td> <td valign="top">:</td> <td>Artikel Penelitian bidang Pendidikan dan Teknologi/Keteknikan</td> </tr> </tbody> </table> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/statistik.php?sinta=12376&gs=FhHJZ7cAAAAJ&sc=11" name="statistik" width="100%" height="250px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p> <h1><br /><br /></h1>https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1526Peningkatan Akurasi Prediksi Churn Pelanggan Menggunakan SMOTE dan RFE pada Algoritma Random Forest: Studi Komparasi Sektor E-Commerce dan Telekomunikasi2026-03-26T12:00:47+07:00M. Rizki Al Akbarrizkialakbar0@gmail.comApriansyah Putraapriansyah@unsri.ac.idKen Ditha Taniakenya.tania@gmail.comAhmad Rifaiahmadrifai@ilkom.unsri.ac.id<p>Tingkat <em>churn</em> pelanggan menjadi tantangan krusial bagi keberlangsungan bisnis di sektor e-commerce dan telekomunikasi. Pemodelan prediktif untuk masalah ini kerap terkendala oleh tingginya dimensi fitur data dan ketidakseimbangan kelas (<em>class imbalance</em>). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur signifikansi peningkatan performa algoritma <em>Random Forest</em> yang dioptimasi menggunakan integrasi <em>Recursive Feature Elimination</em> (RFE) dan <em>Synthetic Minority Over-sampling Technique</em> (SMOTE) melalui studi komparasi lintas sektor. Mengadopsi kerangka kerja <em>Knowledge Discovery in Databases</em> (KDD), eksperimen dieksekusi dalam empat skenario komparatif pada dataset publik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efektivitas optimasi bersifat sangat kontekstual terhadap karakteristik kelas data. Pada sektor E-Commerce dengan rasio ketidakseimbangan rendah (±16,8%), skenario optimasi RFE terbukti paling dominan; metode ini mampu mereduksi 41,4% fitur (dari 29 menjadi 17) sekaligus menaikkan <em>Recall</em> sebesar 4,73 poin persentase dan <em>F1-Score</em> sebesar 1,81 poin persentase dibanding <em>baseline</em>. Sebaliknya, pada sektor Telekomunikasi dengan tingkat ketidakseimbangan lebih tinggi (±26,5%), penerapan SMOTE menjadi komponen determinan yang secara krusial mendongkrak <em>Recall</em> sebesar 11,50 poin persentase untuk mendeteksi pelanggan berisiko. Disimpulkan bahwa strategi optimasi algoritma bergantung pada tingkat ketidakseimbangan data; RFE direkomendasikan sebagai intervensi utama untuk <em>imbalance</em> di bawah 20%, sedangkan SMOTE wajib diprioritaskan untuk kondisi di atas ambang batas tersebut.</p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1602Rancang Bangun Building Automation System Berbasis Raspberry Pi dengan LCD Touchscreen untuk Monitoring Mekanikal Elektrikal dan Otoritas Jasa Keuangan Jawa Tengah2026-04-22T07:39:07+07:00Marhendi Listiawanmarhendilistiawan0001@mhs.unisbank.ac.idEri Zuliarso2eri299@edu.unisbank.ac.id<p>Perkembangan teknologi otomasi bangunan menuntut adanya sistem yang mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan operasional, khususnya pada ruang kritis seperti ruang server dan ME. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Building Automation System (BAS) berbasis Raspberry Pi dengan tampilan LCD touchscreen pada Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa dengan pendekatan eksperimen dan model pengembangan sistem prototype, yang meliputi tahap perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor sebagai input, Raspberry Pi sebagai pengendali utama, serta relay dan kontaktor sebagai aktuator untuk mengendalikan perangkat listrik. Selain itu, sistem dilengkapi dengan antarmuka LCD touchscreen yang memungkinkan pengguna melakukan monitoring dan kontrol secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring suhu dan kelembaban secara real-time serta memberikan respon otomatis terhadap perubahan kondisi lingkungan. Ketika suhu melebihi batas yang ditentukan, sistem secara otomatis mengaktifkan perangkat pendingin, dan akan menonaktifkannya kembali ketika kondisi normal. Pengujian sistem menunjukkan bahwa BAS yang dikembangkan memiliki kinerja yang baik dari segi keakuratan pembacaan sensor, kecepatan respon, serta kestabilan sistem dalam pengoperasian berkelanjutan. Selain itu, penggunaan antarmuka touchscreen meningkatkan kemudahan penggunaan dan efektivitas kontrol sistem. Dengan demikian, sistem yang dibangun mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan dalam pengelolaan ruang server dan ME.</p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1703Effectiveness Of An Electric Motorcycle Conversion Module In Improving Vocational Students’ Competence2026-06-01T21:12:13+07:00Achmad Nurzakiachmad.nurzaki.2405518@students.um.ac.idEddy Sutadjieddy.sutadji.ft@um.ac.idSyarif Suhartadisyarif.suhartadi.ft@um.ac.id<p class="Abstrak"><span lang="IN">Artikel ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran praktikum konversi sepeda motor listrik bagi siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 1 Singosari sebagai respons terhadap adanya <span class="s1"><em>competency gap</em></span> antara kurikulum yang masih berorientasi pada teknologi kendaraan berbahan bakar fosil dengan kebutuhan industri otomotif yang bergerak menuju elektrifikasi kendaraan. Pengembangan modul dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar yang spesifik, minimnya kompetensi guru dalam teknologi kendaraan listrik, rendahnya pengalaman praktis siswa, serta belum optimalnya integrasi teknologi ramah lingkungan dalam pembelajaran vokasi. Penelitian ini menggunakan metode <span class="s1"><em>Research and Development</em></span> (R&D) dengan mengadopsi pendekatan <span class="s1"><em>Project-Based Learning</em></span> (PjBL) untuk menghasilkan modul yang memadukan materi konseptual, panduan praktikum konversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik, rubrik penilaian autentik, serta media pendukung berupa video tutorial dan sumber belajar interaktif. <span class="s1">Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media, memperoleh respons positif dari guru maupun peserta didik, serta mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan praktis konversi kendaraan listrik, kemampuan pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, dan kesiapan kerja siswa pada bidang teknologi kendaraan listrik.</span> Selain mendukung implementasi pembelajaran berbasis proyek di SMK, modul ini juga berkontribusi terhadap penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri otomotif listrik, kebijakan transisi energi nasional, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi hijau.</span></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1886Perkembangan dan Pengelolaan Organisasi Pusat Sumber Belajar untuk Mendukung Pembelajaran IPAS Kelas V di SDN Leminggir2026-05-29T16:04:27+07:00Syahadatin Weny Yuliandanieswenye@gmail.comRetno Danu Rusmawatiretnodanu@gmail.com<p>Pusat Sumber Belajar (PSB) berperan penting dalam menyediakan dan mengelola sumber belajar untuk mendukung proses pembelajaran. Perkembangan teknologi digital dan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) mendorong transformasi PSB dari fasilitas konvensional menjadi layanan pembelajaran digital yang terintegrasi dengan <em>Learning Management System</em> (LMS) dan repositori digital. Pada pembelajaran IPAS kelas V di SDN Leminggir, cakupan materi yang luas dan alokasi waktu yang terbatas menuntut tersedianya sumber belajar yang mudah diakses. SDN Leminggir sebagai sekolah pinggiran telah memperoleh bantuan <em>Chromebook</em> yang berpotensi mendukung pengembangan PSB digital. Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan dan pengelolaan organisasi PSB serta relevansinya untuk mendukung pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada alur PRISMA 2020. Literatur diperoleh melalui Google Scholar dengan bantuan Publish or Perish, kemudian diseleksi hingga diperoleh 15 artikel ilmiah terbit tahun 2021–2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek konsep, tujuan, perkembangan, jenis, dan model pengelolaan PSB. Hasil kajian menunjukkan bahwa PSB berkembang menjadi pusat layanan pembelajaran digital yang mendukung akses sumber belajar, pembelajaran mandiri, dan inovasi pembelajaran. Model PSB digital yang terintegrasi dengan LMS direkomendasikan untuk mengoptimalkan pembelajaran IPAS. Disimpulkan bahwa pengelolaan PSB berbasis teknologi digital dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan waktu pembelajaran dan memperluas akses sumber belajar di sekolah dasar.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1990Deskripsi Kemampuan Komunikasi Matematis dan Pemecahan Masalah Siswa SMP setelah Penerapan Pendekatan Group Investigation2026-06-01T16:19:17+07:00Monita Dwiyanimonita.dwiyani@gmail.comYugi Hilmiyugihilmi@uncip.ac.idAsri Wahyuniasriwahyuni@uncip.ac.id<p>Kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada abad ke-21 yaitu kemampuan komunikasi matematis dan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendekatan kemampuan komunikasi matematis dan pemecahan masalah matematika siswa SMP N 4 Ngaglik pada materi Aritmatika Sosial setelah diterapkan pendekatan <em>Group Investigation </em>(GI). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan partisipan sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data melalui tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi dan divalidasi menggunakan triangulasi data. Kemampuan komunikasi matematis dan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan pendekatan GI masih tergolong rendah. Pendekatan GI berkontribusi positif pada pembelajaran materi aritmatika sosial namun belum optimal pada kedua kemampuan. Salah satu faktor dapat menjadi penyebab yaitu siswa baru pertama kali menggunakan pendekatan GI sehingga perlu penerapan yang lebih intensif dan berkelanjutan.</p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2090Penerapan Model CIPP dalam Mengevaluasi Program Pelatihan Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik di SDN Watukenongo 22026-06-13T18:47:37+07:00Nur Aniyahnuraniyah55@admin.sd.belajar.idSabariah Sabariahsabariah@unipasby.ac.idSyahadatin Weny Yuliandanisyahadatinyuliandani87@guru.sd.belajar.id<p><em>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan literasi digital bagi tenaga pendidik di SDN Watukenongo 2 menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menerapkan pendekatan evaluatif dengan metode campuran (mixed methods) melalui pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari aspek context, program diselenggarakan berdasarkan kebutuhan nyata guru dalam meningkatkan kompetensi literasi digital. Pada aspek input, kurikulum, narasumber, serta fasilitas pelatihan dinilai memadai meskipun masih terdapat keterbatasan perangkat dan akses internet. Aspek process memperlihatkan pelaksanaan pelatihan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi peserta yang tinggi, namun masih memerlukan pendampingan yang lebih intensif bagi peserta dengan kemampuan digital dasar yang rendah. Pada aspek product, program memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi literasi digital guru yang ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 65% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 20 poin persentase. Peningkatan juga terlihat pada kemampuan menggunakan platform pembelajaran daring dan media pembelajaran digital yang masing-masing meningkat sebesar 30 poin persentase. Meskipun demikian, implementasi kompetensi tersebut dalam pembelajaran masih menunjukkan variasi sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, program dinilai efektif dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui penyempurnaan materi, penguatan dukungan pascapelatihan, serta peningkatan kolaborasi antarguru.</em></p>2026-09-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2149Tinjauan Literatur Sistematis dan Pengembangan Kerangka Konseptual Kecerdasan Buatan sebagai Agen Pedagogis dalam Model Pembelajaran Inovatif2026-06-21T22:14:09+07:00I Wayan Agus Dimas Anggaraagusdimas24082004@gmail.comI Gde Wawan Sudathaigdewawans@undiksha.ac.idKetut Agustiniketutagustini@undiksha.ac.idI Kadek Suartamaik-suartama@undiksha.ac.id<p class="Abstrak"><span lang="IN">Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan berkembang pesat seiring meningkatnya penggunaan <em>generative AI</em>, <em>chatbot</em>, dan <em>intelligent tutoring system</em> dalam berbagai lingkungan belajar. Namun, kajian yang secara khusus memetakan fungsi AI sebagai agen pedagogis dalam model pembelajaran inovatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bentuk peran pedagogis AI, pola integrasinya dalam pembelajaran, serta implikasinya terhadap luaran peserta didik. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> dengan kerangka SPIDER dan alur seleksi PRISMA. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan batasan artikel penelitian tahun 2024–2026. Dari 259 artikel awal, 59 artikel melalui penilaian teks lengkap, 34 artikel dieliminasi, dan 25 artikel dianalisis menggunakan <em>thematic analysis</em>. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI digunakan dalam berbagai fungsi pembelajaran, antara lain sebagai tutor, pemberi umpan balik, mitra dialog, pendamping belajar, fasilitator, simulator, asisten akademik, dan agen berbasis afeksi. Integrasi tersebut ditemukan pada pembelajaran personal, adaptif, dialogis, kolaboratif, simulatif, mandiri, dan imersif. Luaran yang dilaporkan mencakup peningkatan hasil belajar, kemampuan pemecahan masalah, keterampilan bahasa, motivasi, keterlibatan, regulasi diri, metakognisi, dan kepercayaan diri. Selain itu, studi ini mengidentifikasi tantangan berupa ketergantungan pada AI, risiko melemahnya berpikir kritis, bias algoritmik, privasi, dan kebutuhan orkestrasi peran guru-AI. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual integratif untuk memahami AI sebagai penguat praktik pedagogis dalam ekosistem pembelajaran yang adaptif, etis, dan kontekstual. Meskipun demikian, hasil sintesis ini terbatas pada artikel penelitian yang terindeks Scopus dan dipublikasikan pada periode 2024–2026 sehingga interpretasi dan generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati.</span></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2190Implikasi Penerapan Instructional Games Di Jenjang SD/MI : Sistematic Literature Review (SLR)2026-06-21T18:52:14+07:00Narda Nasarnardanasar5@gmail.comSumbaji Putrantosumbaji.putranto@uin-suka.ac.id<p>Pada jenjang SD/MI, motivasi belajar peserta didik masih belum optimal, sementara proses pembelajaran masih didominasi oleh model pembelajaran konvensional yang berorientasi pada guru sehingga keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran belum berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif, serta selaras dengan karakteristik peserta didik. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan permainan <em>instructional </em>dan permainan edukatif terhadap hasil dan motivasi siswa SD/MI. Penelitian ini menerapkan metode studi pustaka, pendekatan <em>Systematic Literature Review </em>(SLR). Sumber data dalam penelitian ini berasal dari artikel ilmiah yang diperoleh melalui penelusuran pada Google Scholar dan berbagai basis data akademik menggunakan kata kunci seperti "permainan instruksional", "permainan interaktif", dan "gamifikasi”. Sebanyak 31 artikel nasional yang terbit pada periode 2020–2026 dan berfokus pada jenjang SD/MI dianalisis melalui tahap reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan membuat kesimpulan. Hasil telaah menunjukkan bahwa penerapan <em>instructional games</em> berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan siswa, motivasi belajar, pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta hasil belajar kognitif yang dapat dilihat melalui peningkatan nilai evaluasi dan penguasaan materi pembelajaran. Penggunaan <em>platform</em> seperti Kahoot, Wordwall, dan Quizizz terbukti mendukung pencapaian indikator-indikator tersebut secara efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian yang mengintegrasikan aspek pedagogis, motivasi, hasil belajar, dan faktor implementasi secara komprehensif. Temuan penelitian berimplikasi pada penguatan pembelajaran berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi guru di SD/MI.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2355Pengaruh Konsentrasi Katalis Kalium Hidroksida dan Volume Metanol terhadap Rendemen dan Karakteristik Biodiesel dari Minyak Biji Ketapang (Terminalia Cattapa L)2026-07-20T08:49:07+07:00M. Khairi Abdillahkhairi.abdillah95@gmail.comMuhammad Yerizamyerizam@polsri.ac.idDilia Puspayerizam@polsri.ac.id<p>Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang dapat diproduksi dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi. Minyak biji ketapang (<em>Terminalia catappa</em> L.) merupakan salah satu bahan baku nonpangan yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber biodiesel karena memiliki kandungan minyak yang tinggi. Namun, penelitian mengenai pengaruh variasi konsentrasi katalis kalium hidroksida (KOH) dan volume metanol terhadap rendemen serta karakteristik biodiesel dari minyak biji ketapang hasil pengepresan mekanik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi katalis KOH dan volume metanol terhadap rendemen serta karakteristik biodiesel, serta menentukan kondisi operasi optimum berdasarkan parameter mutu biodiesel sesuai SNI 7182:2015. Proses transesterifikasi dilakukan pada suhu 55–60°C selama 60 menit menggunakan variasi konsentrasi KOH sebesar 0,5%; 1,0%; dan 1,5% serta volume metanol 16, 18, 20, 22, dan 24 mL. Biodiesel yang dihasilkan dianalisis berdasarkan rendemen, densitas, viskositas, titik nyala, angka setana, dan waktu nyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi KOH dan volume metanol meningkatkan rendemen biodiesel. Rendemen tertinggi sebesar 98,02% diperoleh pada penggunaan KOH 1,5% dan metanol 24 mL, sedangkan rendemen terendah sebesar 70,62% diperoleh pada penggunaan KOH 0,5% dan metanol 16 mL. Biodiesel yang dihasilkan memenuhi parameter viskositas, titik nyala, dan angka setana sesuai SNI 7182:2015, namun nilai densitas masih berada di atas batas maksimum standar. Minyak biji ketapang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel alternatif, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas biodiesel.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2414Evaluasi Akurasi Pemetaan Dalam Ruangan Berbasis LiDAR-SLAM Menggunakan Metode Single mapping dan Multi mapping pada Gedung 18 ITENAS2026-08-01T08:55:09+07:00Indra Jayusmanindra.jayusman06@gmail.comGusti Ayu Jessy Kartini ayujessy@itenas.ac.id<p>Teknologi <em>Simultaneous Localization and Mapping</em> (SLAM) berbasis LiDAR telah menjadi salah satu metode yang banyak digunakan untuk pemetaan tiga dimensi (3D) lingkungan <em>indoor</em> karena mampu menghasilkan model <em>point cloud</em> secara cepat tanpa bergantung pada sinyal <em>Global Navigation Satellite System</em> (GNSS). Namun, strategi akuisisi data yang digunakan berpotensi memengaruhi kualitas geometrik model yang dihasilkan, terutama pada bangunan bertingkat dengan lintasan pemetaan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan membandingkan akurasi model <em>point cloud</em> hasil metode <em>single mapping</em> dan <em>multi mapping</em> menggunakan SLAM LiDAR pada Gedung 18 Institut Teknologi Nasional Bandung. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen komparatif. Data diperoleh melalui akuisisi <em>point cloud</em> menggunakan Hi-Target V700S SLAM LiDAR, pengukuran 10 titik <em>check point</em> menggunakan <em>Total Station</em> sebagai referensi koordinat, serta pengukuran dimensi 12 objek bangunan menggunakan meteran dan distometer untuk validasi geometri. Akurasi koordinat dievaluasi menggunakan parameter <em>Root Mean Square Error</em> (RMSE), <em>Circular Error 90</em> (CE90), dan <em>Linear Error 90</em> (LE90), sedangkan kesesuaian geometri dianalisis menggunakan <em>paired sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode <em>single mapping</em> menghasilkan akurasi koordinat yang lebih baik dibandingkan <em>multi mapping</em>, yang diindikasikan oleh nilai RMSE horizontal sebesar 0,0916 m dan CE90 sebesar 0,1390 m. Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa proses registrasi pada metode <em>multi mapping</em> berpotensi meningkatkan propagasi kesalahan koordinat. Meskipun demikian, hasil uji statistik menunjukkan bahwa kedua metode mampu merepresentasikan geometri bangunan secara konsisten tanpa perbedaan yang signifikan terhadap hasil pengukuran lapangan (p > 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa <em>single mapping</em> lebih sesuai untuk pekerjaan yang memerlukan ketelitian koordinat tinggi, sedangkan <em>multi mapping</em> tetap dapat diterapkan pada bangunan dengan keterbatasan akses selama proses registrasi dilakukan secara optimal.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1555Shadow Core Development to Reduce Hidden Waste in Operator Tool Management in the Manufacturing Industry2026-04-22T10:58:04+07:00Theofilus Heinrich Setyawantheofilus.heinrich.2105116@students.um.ac.idMarsono Marsonomarsono.ft@um.ac.idFroilan D Mobofroilanmobo@gmail.com<p>In the Industry 4.0 era, reducing hidden waste is a major challenge to improve operational efficiency in the manufacturing industry. This research is an innovation of "Shadow Core" that integrates the concept of shadow board and toolbox with a cluster-based grouping system. Shadow Core is designed to overcome the weaknesses of conventional methods in operator tool management which often cause wasted tool search time and machine downtime. Through a Research and Development (R&D) approach with a 3D model (Define, Design, Development), the Shadow Core prototype was tested in an industrial environment for one month. The results showed a significant increase in efficiency with a decrease in tool search time per case by up to 90% and total search time per day by 75%. The application of Shadow Core has proven to be an effective solution to eliminate hidden waste, increase operational productivity, and contribute to the development of a more efficient tool management system in the manufacturing sector.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1629Fenomena Schooling Without Learning di Serang Banten2026-04-22T10:42:26+07:00Usman Usmanusman@untirta.ac.idBeatrix Putri Septianingrum2224230129@untirta.ac.idDinda Syafira2224230012@untirta.ac.idDinda Khairurohmah2224230085@untirta.ac.id<p>Fenomena <em>schooling without learning</em> menjadi salah satu persoalan serius dalam sistem pendidikan Indonesia, ditandai dengan tingginya angka partisipasi sekolah yang tidak sejalan dengan capaian pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak <em>schooling without learning</em> terhadap kualitas pembelajaran siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa survei daring melalui Google Form kepada siswa dan studi literatur dari berbagai sumber relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pemahaman materi, motivasi belajar, kualitas proses pembelajaran, sistem evaluasi dan penilaian, serta fokus pembelajaran bermakna di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pemahaman dan penguasaan materi serta motivasi dan minat belajar siswa berada pada kategori tinggi, demikian pula kualitas proses pembelajaran. Namun, sistem evaluasi dan penilaian menunjukkan skor paling rendah, yang mengindikasikan lemahnya fungsi evaluasi sebagai alat pengendali mutu pembelajaran. Selain itu, fokus pembelajaran bermakna belum menjadi prioritas utama dalam praktik pembelajaran di sekolah. Temuan ini memperkaya kajian pendidikan terkait fenomena schooling without learning serta menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1788Analisis Kelayakan Teknis dan Ekonomis PLTMH Menggunakan HOMER Pro pada Embung Kolong Kebintik2026-06-01T21:17:40+07:00Ahmad Muflih Baidhowi2210631160025@student.unsika.ac.idAbdul Azis2210631160023@student.unsika.ac.idAndrias Fadillah2210631160028@student.unsika.ac.idDwi Andhika2210631160035@student.unsika.ac.idUlinnuha Latifaulinnuha.latifa@ft.unsika.ac.id<p>Peningkatan kebutuhan energi listrik dan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan mendorong pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis PLTMH pada Embung Kolong Kebintik, Kabupaten Bangka Tengah, menggunakan perangkat lunak HOMER Pro. Data debit air tahun 2025 diperoleh dari hasil prediksi menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST), sedangkan analisis teknis dilakukan berdasarkan parameter debit, head efektif, dan kebutuhan beban listrik sebesar 5,064 kWh/hari. Hasil simulasi menunjukkan bahwa PLTMH memiliki kapasitas terpasang sebesar 2,54 kW dengan produksi energi tahunan sebesar 16.634 kWh. Sistem mampu memenuhi kebutuhan beban listrik sebesar 1.848 kWh/tahun tanpa mengalami capacity shortage maupun unmet load. Energi surplus sebesar 15.084 kWh/tahun dapat dijual ke jaringan listrik. Analisis energi terbarukan menunjukkan Renewable Fraction sebesar 98,2% dan Renewable Penetration sebesar 100%. Dari sisi ekonomi diperoleh Net Present Cost (NPC) sebesar -Rp200.128.400 dan Cost of Energy (COE) sebesar -Rp826,41/kWh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTMH pada Embung Kolong Kebintik layak untuk dikembangkan karena mampu memenuhi kebutuhan energi sekaligus memberikan keuntungan ekonomi melalui penjualan energi ke jaringan listrik.</p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1910Analisis Butir Empiris terhadap Instrumen Penilaian Vokasi dalam Pelatihan Servis dan Konversi Kendaraan Listrik2026-06-01T23:25:25+07:00Muhamad Yasfini Nuryasfini06@gmail.comRufi'i Rufi'irufi'i@unipasby.ac.idSabariah Sabariahsabariah@unipasby.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas empiris instrumen asesmen akhir berbentuk pilihan ganda pada pelatihan Servis dan Konversi Kendaraan Listrik. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan menganalisis respons 35 peserta terhadap 25 butir soal lima opsi. Data diolah menggunakan ANATES Versi 4.0.2 dan diverifikasi melalui analisis tingkat butir yang mencakup reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hasil menunjukkan rata-rata skor mentah peserta sebesar 18,94 dari 25 butir atau 75,77% jawaban benar. Koefisien reliabilitas internal instrumen sebesar 0,44, sehingga konsistensi skor masih tergolong rendah hingga sedang dan perlu ditafsirkan secara hati-hati. Analisis tingkat kesukaran menunjukkan 9 butir berkategori sedang, 13 butir mudah, dan 3 butir sangat mudah, tanpa butir sukar maupun sangat sukar. Analisis daya pembeda menunjukkan 11 butir sangat baik, 1 butir baik, 2 butir cukup, dan 11 butir buruk. Analisis pengecoh memperlihatkan beberapa opsi salah tidak berfungsi, terutama opsi E yang berulang kali tidak dipilih peserta. Butir 6, 7, 12, 13, 19, dan 25 memerlukan revisi besar atau penggantian, sedangkan butir 2, 4, 10, 16, dan 22 memerlukan revisi. Instrumen dapat memberikan informasi awal mengenai hasil belajar peserta, tetapi belum memadai sebagai alat ukur yang stabil. Revisi perlu difokuskan pada penyeimbangan tingkat kesukaran, penguatan daya pembeda, perbaikan pengecoh berbasis miskonsepsi, dan validasi isi oleh ahli.</p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2063Membangun Keseimbangan antara Teknologi dan Nilai karakter dalam Pendidikan Era Society 5.02026-06-13T19:40:15+07:00Lailatul Jamilahlailatuljamilah013@gmail.comFirdausiyah Firdausiyahfirdausiyah@tutor.uinmadura.ac.id<p><em>Perkembangan Pendidikan di era society 5.0 memberikan pengaruh besar terhadap dunia Pendidikan. Teknologi mempermudah proses pembelajaran melalui penggunaan internet dan media digital dengan berbagai platform seperti pembelajaran berbasis online. Perkembangan teknologi juga membawa dampak signifikan seperti menurunnya interaksi sosial, munculnya budaya instan, dan kurangnya kesadaran menggunakan teknologi secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan urgensi keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penanaman nilai karakter khususnya disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan sopan santun dalam pendidikan era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi tidak boleh menggantikan peran pendidik, melainkan di imbangi dengan model hybrid character building melalui pembiasaan etika digital terintegrasi. Simpulan praktisnya sekolah wajib menyusun kurikulum literasi digital yang mengikat demi mewujudkan lulusan yang cakap teknologi sekaligus berkomitmen moral.</em></p>2026-09-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2117Analisis Sentimen Publik terhadap Kebijakan MBG di Media Sosial X (Twitter) Menggunakan Model IndoBERT2026-06-13T20:55:48+07:00Hasan Adit Mualimhasanad0701@gmail.comRidho Mustaqim257411024@mhs.uinsaid.ac.idMuhammad Diandra Raditya257411015@mhs.uinsaid.ac.idToha Aminudinaminudin832007@gmail.comHafiizh Awwalludin Al Qohhaar257411026@mhs.uinsaid.ac.idFaridhatun Nikmahhasanad0701@gmail.com<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang mulai diimplementasikan pada tahun 2025 dengan tujuan meningkatkan kesehatan anak sekolah melalui pemenuhan gizi. Namun, dalam pelaksanaannya program ini sering menerima kritik dari masyarakat di media sosial, terutama setelah maraknya pemberitaan kasus keracunan yang dikaitkan dengan program MBG. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap program MBG sebelum dan sesudah maraknya pemberitaan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis sentimen berbasis model IndoBERT. Data penelitian terdiri atas 10.610 tweet dari platform X (Twitter), yang terbagi menjadi 5.194 tweet pada periode sebelum dan 5.416 tweet pada periode sesudah maraknya pemberitaan kasus keracunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model IndoBERT memiliki tingkat akurasi sebesar 82,00% pada periode sebelum insiden dan menurun menjadi 76,00% pada periode sesudah insiden. Analisis sentimen menunjukkan bahwa sebelum insiden didominasi sentimen netral (55,62%), negatif (24,14%), dan positif (20,23%). Setelah pemberitaan menyebar, sentimen negatif meningkat sebesar 11,27% menjadi 35,41%, sementara sentimen positif menurun menjadi 13,85% dan sentimen netral menjadi 50,74%. Temuan ini menunjukkan bahwa insiden operasional di lapangan dapat menggeser opini publik terhadap kebijakan pemerintah. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis sentimen berbasis media sosial dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen pendukung bagi pemerintah dalam mengevaluasi implementasi program MBG serta merumuskan langkah perbaikan yang lebih responsif terhadap persepsi masyarakat.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2156Efektivitas Video Pembelajaran Animasi dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Menstimulasi Kemampuan Berpikir Komputasi2026-06-21T21:45:08+07:00Pingky Eka Prastiwipingky1702@gmail.comKartini Herlinakartini.herlina@fkip.unila.ac.idFadil Firdianfadilfirdian@fkip.unila.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir komputasi peserta didik pada materi algoritma yang disebabkan oleh kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak serta penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas video pembelajaran animasi dalam pembelajaran inkuiri terbimbing untuk menstimulasi kemampuan berpikir komputasi peserta didik di SMP Negeri 24 Bandar Lampung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain <em>pre-experimental one-group pretest-posttest</em> yang melibatkan dua kelas eksperimen, yaitu kelas VIII.1 dan VIII.8. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir komputasi yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, <em>Paired Sample T-Test</em>, dan <em>N-Gain</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir komputasi peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan video pembelajaran animasi dalam pembelajaran inkuiri terbimbing. Hasil <em>Paired Sample T-Test</em> menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 pada kedua kelas, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Selain itu, rata-rata <em>N-Gain</em> pada kelas eksperimen 1 sebesar 0,485 dan kelas eksperimen 2 sebesar 0,533 dengan kategori sedang. Peningkatan juga terlihat pada indikator dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Dengan demikian, video pembelajaran animasi dalam pembelajaran inkuiri terbimbing efektif untuk menstimulasi kemampuan berpikir komputasi peserta didik.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2224TINJAUAN SISTEMATIS KOMPARATIF ALGORITMA CUCKOO SEARCH DAN VARIANNYA DALAM PELACAKAN GMPP PADA KONDISI PARTIAL SHADING2026-06-30T09:08:11+07:00Anak Agung Istri Pandawaniistripandawani27@gmail.comIda Bagus Gede Manuabamanuaba@unud.ac.idAgus Dharmaa@gmail.com<p>Kegagalan algoritma <em>Maximum Power Point Tracking</em> (MPPT) konvensional dalam mengatasi <em>Partial Shading Condition</em> (PSC) telah mendorong pengembangan algoritma optimasi, khususnya <em>Cuckoo Search</em> (CS). Namun, banyaknya varian CS (standar, modifikasi, hibrid) menghasilkan literatur kinerja yang terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis guna mengidentifikasi, membandingkan, dan menganalisis kinerja berbagai varian CS dalam mengatasi PSC. Metode penelitian menggunakan tinjauan sistematis dengan sintesis naratif terhadap enam studi primer yang relevan. Menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan kerangka kerja PRISMA periode 2016–2026, proses seleksi ketat menghasilkan enam studi primer yang layak dianalisis. Data kinerja khususnya efisiensi pelacakan dan waktu konvergensi diekstraksi dan dianalisis dalam tabel sintesis. Hasil menunjukkan bahwa waktu konvergensi CS standar (0.30s-0.33s) lebih unggul dari PSO (0.38s-0.41s) tetapi secara signifikan lebih lambat dari ANN (0.12s). Temuan utama menunjukkan bahwa strategi modifikasi (0.19s-0.21s) dan hibridisasi (0.28s) terbukti secara konsisten mampu mengatasi kelemahan CS Standar dengan meningkatkan kecepatan konvergensi secara drastis. Tinjauan ini mengidentifikasi kesenjangan penelitian utama berupa fokus pengujian yang seragam pada skenario PSC statis dan penggunaan konverter boost. Temuan teknis ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan <em>smart inverter</em>, tetapi juga menyediakan data karakteristik non-linier yang valid sebagai objek studi kasus nyata. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literasi teknologi serta menguatkan pemahaman konseptual akademik.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2359Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kontekstual pada Materi Sumber Daya Alam bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar2026-07-20T15:32:44+07:00Raudhatul Jannahrjannah980@gmail.comNadine Alya Nugrohonadine.alya24@mhs.uinjkt.ac.idFerrial Akhmad Dwioktoraferrial.akhmad24@mhs.uinjkt.ac.idAsep Ediana Latipasep.ediana@uinjkt.ac.id<p>Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih didominasi penggunaan buku teks sehingga keterlibatan peserta didik dalam membangun pemahaman kontekstual belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kontekstual pada materi Sumber Daya Alam bagi siswa kelas V sekolah dasar yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis dilaksanakan melalui observasi di SDN Duri Kepa 11 Jakarta Barat, sedangkan implementasi dilakukan melalui kegiatan peer teaching yang melibatkan 35 mahasiswa PGMI sebagai peserta simulasi. Produk divalidasi oleh empat validator yang terdiri atas dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar, dosen ahli materi, dosen ahli bahasa, dan guru kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD memperoleh rata-rata validitas sebesar 89% dengan kategori sangat valid, respons guru sebesar 91% dan respons peserta simulasi sebesar 89,50% dengan kategori sangat baik, serta nilai N-Gain sebesar 0,73 berkategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD kontekstual yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar IPAS serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1598Pengaruh Edukasi Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Dalam Pencegahan Luka Dekubitus pada Pasien Tirah Baring di Rumah2026-04-22T07:35:10+07:00Siska Yuliantiyuliantisiska1998@gmail.comRachmawaty M. Noerrachmawatymnoer1997@gmail.comYulianti Wulandariwwoelan@gmail.com<p>Luka dekubitus sering muncul akibat tekanan berkepanjangan pada pasien tirah baring, berisiko menyebabkan infeksi dan menurunkan kualitas hidup. Rendahnya pengetahuan keluarga menjadi kendala utama pencegahan di rumah. Edukasi video dipilih karena mampu menampilkan demonstrasi nyata secara audiovisual, mudah dipahami, dan dapat diulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi video terhadap pengetahuan keluarga dalam pencegahan luka dekubitus pada pasien tirah baring di rumah. Penelitian menggunakan desain <em>pre experimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretest posttest</em>. Sampel penelitian adalah keluarga pasien tirah baring yang dari Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu dan memenuhi kriteria inklusi sebanyak 15 orang. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui <em>pretest</em>, pemberian intervensi video edukasi, dan <em>posttest</em>, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik <em>Paired Sample T-test</em> dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian edukasi video <em>(pretest),</em> sebagian besar responden berpengetahuan kurang (60,0%) dengan nilai rata-rata 8,93±3,127, sedangkan setelah pemberian edukasi video <em>(posttest)</em> sebagian besar responden berpengetahuan baik (73,3%) dengan nilai rata-rata 16,73±2,492. Edukasi video berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam pencegahan luka dekubitus pada pasien tirah baring di rumah dengan p = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Disimpulkan bahwa edukasi video efektif meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pencegahan luka dekubitus. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan desain kontrol, sampel besar, observasi panjang, mengkaji sikap-perilaku.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1692Identifikasi Pohon Berbasis QR Code untuk Mendokumentasikan Keanekaragaman Hayati di Lingkungan Kampus2026-06-01T15:11:11+07:00Rohmat Gunawanrohmatgunawan@unsil.ac.idAlam Rahmatullohalam@unsil.ac.idCindera Syaiful Nugrahacinderasn@unsil.ac.id<p>Keanekaragaman hayati merupakan salah satu aset lingkungan kampus yang sangat penting untuk dijaga keberadaan, keberlanjutan, dan kelestariannya. Keberadaaanya tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai ekosistem hijau yang mendukung keseimbangan lingkungan. Akan tetapi, proses pemantauan, pendataan, serta dokumentasi keanekaragaman hayati, khususnya pada jenis tumbuhan pohon yang berada di lingkungan kampus, masih menghadapi berbagai kendala, terutama karena belum tersedianya sistem identifikasi yang terintegrasi secara digital, mudah diakses oleh civitas akademika, serta memungkinkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah sistem identifikasi pohon berbasis <em>Quick Response (QR) Code</em> yang dapat digunakan sebagai media dokumentasi, identifikasi, serta pemantauan keanekaragaman hayati pohon di lingkungan kampus secara lebih sistematis dan terstruktur. Setiap pohon akan diberikan label berupa QR Code yang dapat dipindai menggunakan perangkat mobile seperti <em>smartphone</em>, sehingga pengguna dapat secara langsung memperoleh informasi terkait nama spesies pohon, kondisi pohon, serta lokasi pohon tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode <em>research and development</em> yang meliputi beberapa tahapan: analisis kebutuhan sistem dan teknologi yang digunakan, perancangan desain arsitektur sistem, proses pengembangan aplikasi, serta tahap pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe aplikasi identifikasi pohon berbasis QR Code telah berhasil dikembangkan dan diuji melalui 10 skenario. Tingkat keberhasil fungsional sistem dan tingkat keberhasilan pemindaian QRCode mencapai 100 %. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam proses dokumentasi keanekaragaman hayati, mendukung kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan di kampus, serta memberikan kontribusi terhadap implementasi program <em>green campus</em> yang berkelanjutan.</p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1846INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: INTEGRASI TEKNOLOGI, TEOLOGI, DAN PEDAGOGI2026-06-01T20:51:02+07:00A. Dan Kiadannqh_dan@yahoo.co.idFredik Melkias Boiliuboiliufredik@gmail.comJuaniva Sidhartajuaniva.sidharta@uki.ac.id<p>Penelitian ini berangkat dari tantangan transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di era digital, di mana penggunaan teknologi sering kali belum terintegrasi secara optimal dengan pendekatan pedagogis yang bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi media pembelajaran digital PAK melalui integrasi teknologi dan pedagogi, serta implikasinya terhadap efektivitas pembelajaran dan pembentukan iman peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konseptual terhadap berbagai model pembelajaran digital dan teori pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pedagogi yang efektif menuntut pergeseran peran guru sebagai fasilitator, desainer pembelajaran, dan pembimbing spiritual, serta penggunaan media digital yang tidak hanya informatif tetapi juga reflektif dan transformatif. Pembahasan menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran PAK digital terletak pada keselarasan antara tujuan teologis, strategi pedagogis, dan pemanfaatan teknologi yang kontekstual. Selain itu, mengintegrasikan model <em>Technology-Theology-Pedagogy</em> dalam pembelajaran PAK sebagai kerangka inovasi digital yang berorientasi pada pembentukan iman dan karakter Kristen. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAK perlu mengembangkan kompetensi digital-pedagogis secara berkelanjutan, merancang evaluasi yang holistik, serta menciptakan pengalaman belajar yang mendorong keterlibatan aktif dan pertumbuhan iman peserta didik dalam konteks kehidupan nyata.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/1953Analisis Literasi Digital Remaja Dalam Memitigasi Disinformasi: Studi Pada Siswa Sekolah Menengah2026-06-01T20:38:17+07:00Najwa Shofwatul Maulanajwa.shofwatul.maula@mhs.uingusdur.ac.idSiti Mumun Munirohsiti.mumun.muniroh@uingusdur.ac.id<p>Penelitian ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan literasi digital generasi muda yang merupakan mayoritas pengguna internet di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat literasi digital siswa sekolah menengah dalam konteks akses, evaluasi, produksi, dan etika penggunaan media digital; (2) mengidentifikasi karakteristik disinformasi yang dihadapi siswa dalam penggunaan media digital; serta (3) menganalisis peran literasi digital dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya dalam mencegah penyebaran disinformasi pada remaja sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas empat siswa SMA dan 2 guru, serta analisis literatur tahun 2015-2025 untuk memberikan gambaran yang lengkap. Data dianalisis secara tematik menggunakan tahapan reduks, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukan bahwa siswa menyadari keberadaan hoaks, namun kemampuan menyaring informasi masih rendah dan bergantung pada pengalaman pribadi. Disinformasi yang dihadapi beragam, meliputi hoaks kesehatan, hoaks politik, dan konten manipulatif yang tersebar melalui platform media sosial. Kurangnya pelatihan formal dan integrasi literasi digital dalam kurikulum serta keterbatasan kompetensi guru menjadi kendala utama, sementara faktor dukungan guru, keluarga, dan infrastruktur digital menentukan efektivitasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital remaja memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan kurikulum formal, pelatihan guru, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.</p>2026-09-22T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2087Membangun Keseimbangan antara Teknologi dan Nilai karakter dalam Pendidikan Era Society 5.02026-06-13T18:52:50+07:00Johny Rianingsihyunirianingsih73@gmail.comEdi Istiyonoedi_istiyono@uny.ac.idYolandaru Septianayolandaru.septiana@uny.ac.id<p>Perkembangan Pendidikan di era society 5.0 memberikan pengaruh besar terhadap dunia Pendidikan. Teknologi mempermudah proses pembelajaran melalui penggunaan internet dan media digital dengan berbagai platform seperti pembelajaran berbasis online. Perkembangan teknologi juga membawa dampak signifikan seperti menurunnya interaksi sosial, munculnya budaya instan, dan kurangnya kesadaran menggunakan teknologi secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan urgensi keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penanaman nilai karakter khususnya disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan sopan santun dalam pendidikan era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi tidak boleh menggantikan peran pendidik, melainkan di imbangi dengan model hybrid character building melalui pembiasaan etika digital terintegrasi. Simpulan praktisnya sekolah wajib menyusun kurikulum literasi digital yang mengikat demi mewujudkan lulusan yang cakap teknologi sekaligus berkomitmen moral.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2143Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Untuk Meningkatkan Tingkat Kebahagiaan2026-06-21T16:27:24+07:00Kevin Fransdyto Siagiankevinsiagian8@gmail.comDeni Hardiantodeni_hardianto@uny.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis Augmented Reality (AR) pada materi bangun ruang, menguji kelayakan dan kepraktisannya, serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan kebahagiaan siswa kelas. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan pendekatan model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan media AR sangat layak digunakan berdasarkan validasi ahli materi sebesar 96,92% dan ahli media sebesar 87%. Respon guru dan siswa mengonfirmasi bahwa media ini praktis diimplementasikan. Efektivitas media dibuktikan melalui peningkatan skor rata-rata happiness kelas eksperimen dari 51,62 menjadi 87,67 dengan nilai N-Gain sebesar 0,93 (kategori tinggi), mengungguli kelas kontrol dengan N-Gain 0,48 (kategori sedang). Uji-t independen memperkuat hasil dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05) yang menunjukkan perbedaan tingkat kebahagiaan secara signifikan. Penelitian berfokus pada integrasi dimensi afektif berupa kebahagiaan ke dalam media pembelajaran berbasis AR, yang sebelumnya lebih banyak difokuskan pada aspek kognitif semata, sehingga guru dapat menciptakan ekosistem belajar yang lebih humanis, sekaligus kontribusi teoritis dalam memperluas perspektif pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2175Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan: Sebuah Systematic Literature Review2026-06-21T21:14:48+07:00Fahmi Agniyatu Rahmanarfahmi1@upi.eduCecep Darmawancecepdarmawan@upi.eduSyaifullah Syamsyaifullahsyam@upi.eduDadang Sundawadadangsundawa@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tema-tema penelitian, pola metodologi, kesenjangan literatur, dan arah penelitian yang diperlukan terkait pendidikan karakter dalam pendidikan kewarganegaraan berdasarkan literatur Scopus periode 2021-2026. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) mengikuti protokol PRISMA 2020. Pencarian pada basis data Scopus menghasilkan 102 artikel awal yang kemudian disaring melalui tahapan <em>screening</em> judul, <em>screening</em> abstrak, <em>quality assessment</em>, dan <em>Re-screening</em> relevansi sehingga diperoleh 60 artikel final. Analisis menggunakan <em>thematic synthesis</em> menghasilkan tujuh tema utama, yaitu: ketegangan dan kompatibilitas antara <em>character education </em>dan <em>citizenship education</em>, model dan strategi pembelajaran berbasis nilai, <em>civic disposition</em> dan <em>civic competence</em> sebagai <em>outcome</em> karakter kewarganegaraan, <em>Global Citizenship education</em>, analisis kurikulum dan kebijakan, pendekatan filosofis, serta kritik terhadap praktik <em>character education</em>. Penelitian didominasi metode konseptual-normatif (33,3%) dan kualitatif (25%), dengan Indonesia sebagai negara yang paling banyak diteliti secara empiris (21,7%). Konsensus konseptual tentang perlunya integrasi pendidikan karakter dan pendidikan kewarganegaraan sudah cukup kuat, namun bukti empiris efektivitasnya masih terbatas dan belum konsisten. Temuan ini mengindikasikan bahwa guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan perlu penguatan kompetensi pedagogis berbasis nilai, sistem asesmen perlu direformasi agar tidak hanya mengukur aspek kognitif, dan penelitian empiris longitudinal pada jenjang pendidikan vokasi mendesak untuk dilakukan.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2251Analisis Pembelajaran dalam Pendidikan di Indonesia: Tinjauan Sistematis tentang Model Prediktif dan Strategi Intervensi2026-07-20T23:20:57+07:00Made Wira Yanottamawira.yanottama@gmail.comKetut Agustiniketutagustini@undiksha.ac.idI Kadek Suartamaik-suartama@undiksha.ac.id<p>Perkembangan <em>learning analytics</em> telah mendorong pemanfaatan data pembelajaran untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pendidikan. Meskipun berbagai penelitian mengenai model prediktif telah berkembang pesat, kajian yang secara khusus mensintesis implementasi <em>learning analytics</em> pada konteks pendidikan di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan model prediktif, faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan akademik, serta strategi intervensi pendidikan berbasis <em>learning analytics</em> melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2022–2026 sehingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa algoritma berbasis <em>ensemble learning</em> seperti Random Forest, XGBoost, dan Stacking Ensemble memberikan performa prediksi yang relatif lebih konsisten, sedangkan faktor akademik, aktivitas pada <em>Learning Management System</em> (LMS), motivasi belajar, serta kondisi sosial ekonomi menjadi prediktor utama keberhasilan akademik. Selain itu, sebagian besar penelitian mengembangkan <em>Early Warning System</em> untuk mendukung intervensi akademik secara lebih dini dan tepat sasaran. Kontribusi penelitian ini adalah menyajikan sintesis komprehensif mengenai perkembangan implementasi <em>learning analytics</em> di Indonesia, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan penelitian dan sistem pendukung keputusan pendidikan berbasis data.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/view/2373Pengaruh Radial Clearance dan Kecepatan Putar Screw Conveyor Terhadap Kapasitas Cetak pada Mesin Pencetak Bakso2026-07-21T08:02:43+07:00Siti Duratun Nasiqiati Rosadysitiduratun@polinema.ac.idFitrah Bisma Taimullah Al Jahfalfitrahbisma@gmail.comAlviani Hesthi Permata Ningtyasalvianihesthi@umg.ac.idZakiyah Amaliazakiyah_amalia@polinema.ac.idFica Aida Nadhifatul Ainifica.aida@polinema.ac.id<p>Mesin pencetak bakso memanfaatkan <em>screw conveyor</em> sebagai komponen utama untuk mendorong adonan menuju nosel pencetakan. Kinerja mesin sangat dipengaruhi oleh parameter geometrik dan operasional <em>screw conveyor</em>, salah satunya <em>radial clearance</em> dan kecepatan putar. Permasalahan yang sering terjadi adalah kapasitas cetak yang belum optimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas proses produksi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya mengkaji pengaruh kecepatan putar atau parameter geometrik lain, penelitian ini secara khusus menganalisis pengaruh <em>radial clearance</em> beserta interaksinya dengan kecepatan putar <em>screw conveyor</em> terhadap kapasitas cetak mesin pencetak bakso. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi parameter yang menghasilkan kapasitas cetak optimum. Metode yang digunakan adalah <em>Design of Experiment</em> (<em>DOE</em>) <em>Factorial</em> dengan analisis statistic <em>Two-Way ANOVA</em>. Variasi <em>radial clearance</em> yang digunakan adalah 1 mm, 3 mm, dan 5 mm, sedangkan variasi kecepatan putar <em>screw conveyor</em> adalah 124 rpm, 135 rpm, dan 154 rpm. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan sebanyak empat kali replikasi. Pengujian dilakukan dengan mencetak adonan bakso, merebus hasil cetakan hingga matang, kemudian menghitung jumlah bakso yang dihasilkan pada setiap perlakuan. Data diolah menggunakan perangkat lunak Excel dan Minitab 21 untuk memperoleh hasil analisis yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>radial clearance</em> dan kecepatan putar <em>screw conveyor</em> berpengaruh signifikan terhadap kapasitas cetak mesin pencetak bakso dengan nilai <em>p-value</em> ? 0,05. Kapasitas cetak cenderung meningkat seiring bertambahnya <em>radial clearance</em> dan menurun pada peningkatan kecepatan putar <em>screw conveyor</em>. Interaksi antara kedua variabel juga terbukti signifikan secara statistik dengan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,027. Berdasarkan analisis <em>response optimizer</em>, kombinasi parameter yang menghasilkan kapasitas cetak optimum diperoleh pada <em>radial clearance</em> 5 mm dan kecepatan putar <em>screw conveyor</em> 124 rpm dengan rata-rata kapasitas cetak sebesar 74,93 pcs serta nilai <em>desirability</em> sebesar 0,9022. Kombinasi parameter tersebut menunjukkan bahwa pengaturan <em>radial clearance</em> yang lebih besar dengan kecepatan putar yang lebih rendah mampu menghasilkan proses ekstrusi yang lebih stabil sehingga kapasitas cetak dapat ditingkatkan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan parameter operasi mesin pencetak bakso untuk meningkatkan produktivitas, khususnya pada skala UMKM.</p>2026-09-25T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026