Self-Directed Learning sebagai Konstruksi Resiliensi Keluarga pada Komunitas Orang Tua Anak Autisme di Pusat Layanan Psikologi Melati Jember

Penulis

  • Maulana Rinaldi Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Hardika Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Ica Purnamasari Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Ahmad Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Maryam Tsaqifah Muwahhidah Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpti.1950

Kata Kunci:

autism spectrum disorder (ASD), parenting, pembelajaran orang dewasa (POD), resiliensi, self-directed learning (SDL)

Abstrak

Orang tua anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menghadapi berbagai tantangan pengasuhan yang menuntut kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Self-Directed Learning (SDL) sebagai konstruksi resiliensi keluarga pada orang tua anak ASD dalam konteks pendidikan nonformal dan informal (PNFI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Pusat Layanan Psikologi Melati Jember dengan melibatkan empat orang tua anak ASD yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan aktif dalam pengasuhan dan proses pembelajaran mandiri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua mengembangkan pembelajaran mandiri melalui pengalaman langsung, proses reflektif, pemanfaatan sumber informasi digital, serta interaksi dalam komunitas. Proses tersebut diperkuat melalui program parenting dan komunitas orang tua yang berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, strategi adaptif, dan kapasitas emosional. Temuan penelitian menegaskan bahwa SDL tidak hanya mendukung kompetensi pengasuhan, tetapi juga menjadi mekanisme penting dalam membangun resiliensi keluarga. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan ekosistem pembelajaran informal dan nonformal yang didukung akses terhadap sumber belajar digital untuk memperkuat kapasitas pengasuhan dan keberlanjutan resiliensi keluarga.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

World Health Organization, “Pernyataan WHO tentang Isu-isu terkait Autisme.” Accessed: Mar. 10, 2026. [Online]. Available: https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/30-09-2025-who-statement-on-autism-related-issues

Farahdina, Irwanto, and I. Fithriyah, “Risk Factors for Autism Spectrum Disorder Diagnosed in Indonesia,” Child’s Heal., vol. 20, no. 6, pp. 325–332, 2025, doi: 10.22141/2224-0551.20.5.2025.1.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Statistik Persekolahan SLB 2024/2025. Jakarta: Pusdatin Kemendikdasmen, 2025.

M. T. Agustina, B. A. P. Trisnadewi, and E. Kumalasari, “Peran Problem-Focused Coping dan Family Protective Factors dalam Membangun Resiliensi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus,” J. Psikol. Integr., vol. 13, no. 2, pp. 232–245, 2026, doi: 10.14421/jpsi.v13i2.3421.

N. Hasanah, E. Zudeta, B. Ustafiano, and S. Wahyuni, “Resiliensi Orang Tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus,” J. Pengabdi. Pendidik. Khusus, vol. 1, no. 1, pp. 8–14, 2023, doi: 10.31849/jppkhlectura.v1i01.14394.

M. M. Prayogo, K. Wardani, and H. Farida, “Parental Involvement in Learning Programs for Children with Special Needs in Indonesia,” Spec. Spec. Incl. Educ. J., pp. 27–41, 2021, doi: 10.36456/special.vol4.no1.a7125.

S. (Shoumi) Deb, A. Retzer, M. Roy, R. Acharya, B. Limbu, and A. Roy, “The effectiveness of parent training for children with autism spectrum disorder?: a systematic review and meta-analyses,” BMC Psychiatry, 2020, doi: 10.1186/s12888-020-02973-7.

J. Da Silva and R. J. Siahaan, “Peran Andragogi dalam Mempersiapkan Orang Tua sebagai Pendidik Anak Usia Dini,” KHIRANI J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 2, no. 3, pp. 92–101, 2024, doi: 10.47861/khirani.v2i3.1271.

D. M. Sofa, M. Sujudi, A. Yuniarta, E. Efendy, and R. D. Masito, “Pendampingan Sekolah Orang Tua Hebat ( SOTH ): Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif dan Pola Pengasuhan Efektif di Dukuh Pakis Surabaya,” Eastasouth J. Posit. Community Serv., vol. 3, no. 03, pp. 161–169, 2025, doi: 10.58812/ejpcs.v3i03.

S. Chakraborty, “Empowering and Engaging Adult Learners?: Strategies to Facilitate Self-Directed Learning in Adult Education,” Int. J. Multidiscip. Res., vol. 6, no. 3, pp. 1–26, 2024, doi: 10.36948/ijfmr.2024.v06i03.22216.

I. Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, 1st ed. Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

J. W. Creswell, Research Design Qualitative, Quantitavie, and Mixed Methods Approaches. California: SAGE Publications Ltd (CA), 2009.

J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. Los Angeles: SAGE Publications Ltd (CA), 2018.

B. Santoso, S. Rahayu, D. Fitriani, and A. Syahputra, “Transformasi Pendidikan Inklusif?: Optimalisasi Kesetaraan melalui Metode Pembelajaran Responsif dan Keterlibatan Komunitas Transforming Inclusive Education?: Optimiz,” PEMAS J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. November, pp. 17–24, 2023, doi: 10.63866/pemas.v1i1.27.

M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Los Angeles: SAGE Publications Ltd (CA), 2014.

W. J. Prihastiwi, B. B. Wiyono, T. Chusniyah, and N. Eva, “Self-Directed Learning Readiness Model: A Mediating Role of Self-Efficacy among Need-Supportive Teaching Style, Transformational Parenting and Emotional,” Eur. J. Educ. Res., vol. 13, no. 1, pp. 397–411, 2024, doi: 10.12973/eu-jer.13.1.397.

F. Balu, R. Olii, and F. Paputungan, “Pendekatan Model Pembelajaran Self Directed Learning,” Indones. J. Soc. Sci. Educ., vol. 1, no. 3, pp. 971–976, 2025, doi: 10.62567/ijosse.v1i3.1009.

T. Lehmann, U. Iyer-raniga, and K. Mahoney, “Learning for sustainability?: Adult transformative learning through sustainability and culturalism perspectives,” Soc. Sci. Humanit. Open, vol. 11, no. May, p. 101523, 2025, doi: 10.1016/j.ssaho.2025.101523.

K. P. R. Bartels, “Experiential learning?: a Relational Approach to Sustaining Community-Led Social Innovation,” Innov. Eur. J. Soc. Sci. Res., vol. 1610, 2023, doi: 10.1080/13511610.2022.2121268.

F. H. Hutasuhut, Ahmad, Hardika, L. Bustami, Z. Nasution, E. Redjeki, S. Supriyono, and R. Novianti., “Application of Andragogy in Community Empowerment to Fullfill the Educational Needs of Children With Disabilities Through a Field School Approach,” Kolok. J. Pendidik. Luar Sekol., vol. 11, no. 3, pp. 922–929, 2023, doi: 10.24036/kolokium.v11i3.749.

E. Gil and A. Johnson, “‘We , as Parents , Do Have a Voice’: Learning from Community-Based Programs Effectively Engaging Parents in Urban Communities,” Urban Educ., 2021, doi: 10.1177/00420859211068.

L. Mayger and K. Provinzano, “Leadership for Family and Community Engagement?: A Qualitative Policy Analysis of State Principal Evaluation Processes,” Educ. Adm. Q., 2022, doi: 10.1177/0013161X211052501.

M. Morelle and G. M. Morelle, “Active Partnership, Community Engagement, and Intersectoral Collaboration Are Needed to Enhance the Successful Implementation of Inclusive Education at Full-Service Schools,” Int. J. Stud. Incl. Educ., vol. 1, no. 2, pp. 52–55, 2024, doi: 10.38140/ijsie.v1i2.1573.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-08-26

Cara Mengutip

Rinaldi, M., Hardika, H., Purnamasari, I., Ahmad, A., & Tsaqifah Muwahhidah, M. (2026). Self-Directed Learning sebagai Konstruksi Resiliensi Keluarga pada Komunitas Orang Tua Anak Autisme di Pusat Layanan Psikologi Melati Jember. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 6(8), 1753-1761. https://doi.org/10.52436/1.jpti.1950