Konstruksi Mutu Pembelajaran Berbasis Link and Match pada Lembaga Kursus dan Pelatihan di Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jpti.1512Kata Kunci:
Konstruksi Mutu Pembelajaran, Link And Match, Pengalaman Belajar, Pendidikan Nonformal, Praktik PedagogikAbstrak
Penguatan kebijakan link and match menuntut Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) memastikan keterhubungan antara standar kompetensi, praktik pembelajaran, dan kesiapan peserta. Namun, penelitian sebelumnya masih dominan berfokus pada aspek manajerial, akreditasi, dan evaluasi program, sehingga belum banyak mengkaji bagaimana mutu pembelajaran dikonstruksi dalam praktik pedagogik di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi mutu pembelajaran berbasis link and match melalui interaksi antara standar, praktik instruksional, dan pengalaman belajar peserta pada LKP di Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 20 informan yang terdiri atas pengelola, instruktur, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-intervensi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap standar, tetapi terbentuk melalui proses adaptasi antara tuntutan kurikulum, praktik instruktur, dan pengalaman belajar peserta. Kebaruan penelitian ini terletak pada konseptualisasi mutu sebagai konstruksi relasional yang menghubungkan dimensi struktural, pedagogik, dan pengalaman belajar dalam kerangka link and match. Temuan ini memberikan implikasi bagi penguatan mutu pembelajaran pada pendidikan nonformal yang lebih kontekstual dan adaptif.
Unduhan
Referensi
OECD, Improving the Quality of Non-Formal Adult Learning. Paris, France: OECD Publishing, 2021. doi: 10.1787/f1b450e1-en.
M. Umar and F. Ismail, “Peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam (tinjauan konsep mutu Edward Deming dan Joseph Juran),” Jurnal Ilmiah Iqra’, vol. 11, no. 2, 2018, doi: 10.30984/jii.v11i2.581.
OECD, Mapping Quality Assurance Indicators for Non-Formal Adult Learning. Paris, France: OECD Publishing, 2024. doi: 10.1787/1ce40dfa-en.
M. Melania, A. Kadir, A. R. Pamungkas, and S. Gupta, “Contribution of non-formal education to improve the quality of human resources,” Journal of Nonformal Education, vol. 10, no. 1, pp. 169–178, 2024, doi: 10.15294/jone.v10i1.2015.
D. Nahrowi, R. Setiyono, and D. Liestiyowati, “Pembelajaran berbasis teaching factory dalam upaya peningkatan mutu lulusan di SMK,” International Journal of Social Science, vol. 3, 2024. [Online]. Available: https://www.ijosmas.org/index.php/ijosmas/article/download/482/340
C. Sukmana and D. Dwilestari, Analisis Mutu Kursus. Jakarta: Kemdikbud Pusat Data dan Statistik Pendidikan, 2013.
M. Mukhibat, “Konstruksi mutu pendidikan melalui literasi keuangan pada pendidikan anak usia dini di Magetan,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 4, no. 2, p. 620, 2020, doi: 10.31004/obsesi.v4i2.412.
A. Sukoco, G. A. S. Budi, I. N. Latif, and A. T. Bin Bon, “Analysis of education financing of non-formal educational institutions,” Journal of Nonformal Education, vol. 10, no. 2, pp. 309–319, 2024, doi: 10.15294/jone.v10i2.13771.
N. Nurlaeli, M. Kamil, and Sardin, “Kompetensi lulusan berdasar pada status akreditasi,” Ilmu Pendidikan Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 48–57, 2019.
E. Waryono, M. Ahmad, and D. Rahmawati, “Evaluating training and apprenticeship as non-formal education at International Manpower Development Japan,” Jurnal Paedagogy, vol. 10, no. 2, p. 320, 2023, doi: 10.33394/jp.v10i2.6994.
E. Fetty, “Konstruksi mutu penyelenggaraan pendidikan Raudhatul Athfal di Kartasura,” Buana Gender, vol. 1, no. 2, 2016.
M. Hifziannor, “Peningkatan mutu belajar peserta didik melalui praktek profesionalitas guru,” Journal of Islamic Education, vol. 1, pp. 17–28, 2023. [Online]. Available: http://maryamsejahtera.com/index.php/Education/article/view/156
I. Tobback, D. Verhaest, and K. De Witte, “The impact of work-based versus school-based learning on cognitive and non-cognitive outcomes in vocational secondary education,” Economics of Education Review, vol. 107, p. 102673, 2025, doi: 10.1016/j.econedurev.2025.102673.
P. Lis, T. Entoh, and A. A. Moses, “Current study of nonformal education program in the era of the Industrial Revolution 4.0,” Journal of Nonformal Education, vol. 10, no. 2, pp. 446–456, 2024, doi: 10.15294/jone.v10i2.7402.
Helmi and R. Hardiansyah, “Nonformal education as a strategic approach to reducing educational inequality,” International Journal of Social Education, vol. 2, no. 11, pp. 1386–1397, 2026.
S. Purtilo-Nieminen, H. Vuojärvi, S. Rivinen, and P. Rasi, “Student teachers’ narratives on learning: A case study of a course on older people’s media literacy education,” Teaching and Teacher Education, vol. 106, 2021, doi: 10.1016/j.tate.2021.103432.
A. Khamidah, F. Fakhruddin, and A. Yusuf, “Nonformal education strategy for social inclusion: An analysis of national policies,” Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, vol. 18, no. 2, pp. 141–154, 2025, doi: 10.24832/jpkp.v18i2.1313.
A. Azman, W. Simatupang, A. Karudin, and O. Dakhi, “Link and match policy in vocational education to address unemployment,” International Journal of Multidisciplinary Science, vol. 1, no. 6, pp. 76–85, 2020.
S. Putrianingsih, A. N. Efendi, and A. Muhajir, “Model, pendekatan dan metode pengembangan mutu lembaga pendidikan,” Jurnal Pojok Guru, vol. 1, no. 2, pp. 185–209, 2023.









